Keluarga Napiter yang Akan Ledakan GBLA Diberi Bantuan Mesin Jahit

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 14:27 WIB
Keluarga napiter di Kabupaten Bandung mendapat bantuan mesin jahit. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Keluarga napiter di Kabupaten Bandung mendapat bantuan mesin jahit. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung - Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan memberikan bantuan mesin jahit kepada Kesa Rosmaya (21) istri terpidana terorisme Yuki Chandra yang pada tahun 2017 lalu berencana meledakkan Stadion GBLA, Kota Bandung.

Seperti diketahui, Yuki yang merupakan warga Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung berperan ikut merencanakan beberapa aksi teror di daerah Bandung. Yuki pun ikut membantu merakit bom terpidana terorisme lainnya, Agus Wiguna.


Setibanya di rumah Yuki yang berada di Kampung Sirnagalih, Desa Karyalaksana, Kecamatan Ibun, Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan langsung berbincang dengan Kesa Rosmaya dan menanyakan kabarnya. Selain itu, Indra juga langsung menggendong anak laki-laki semata wayang Yuki yang masih berusia 3 tahun.

"Assalamualaikum, gimana kabarnya Pak, Bu," sapa Indra kepada Kesa dan keluarganya yang berdiri di depan rumah.

"Alhamdulillah sehat Pak," jawab Kesa.

Kedatangan Indra didampingi pejabat Forum Komunikasi Kecamatan Ibun untuk memberikan bantuan mesin jahit. Usai berbincang, Indra langsung memberikan mesin jahit untuk digunakan pendapatan tambahan Kesa selama suaminya Yuki menjalani hukuman. Selain itu, nantinya mesin jahit itu juga bisa dimanfaatkan oleh Yuki setelah bebas dari penjara.

"Kunjungan kali ini kita bekerja sama dengan Satgas Wilayah Densus Jawa Barat dalam program deradikalisasi. Di sini ada salah satu keluarga napiter (napi teroris), kita berikan bantuan berupa listrik dan mesin obras yang nantinya bermanfaat bagi keluarganya," kata Indra kepada wartawan.

Keluarga Napiter yang Akan Ledakan GBLA Diberi Bantuan Mesin JahitFoto: Wisma Putra
Indra menuturkan, dalam waktu dekat Yuki akan segera bebas dari Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. "Harapan kami yang bersangkutan bisa kembali ke NKRI. Keluar dalam waktu dekat dan saya juga berharap masyarakat sekitar bisa menerima kembali yang bersangkutan," ucapnya.

Pihaknya juga turut berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu membimbing keluarga napiter, di antaranya Kapolsek Ibun dan Kepala Desa Karyalaksana.

"Kami juga banyak dibantu oleh Pak Cecep, pengusaha konveksi di sini yang memberikan pekerjaan kepada istri yang bersangkutan," katanya.

"Nanti kita tetap akan melakukan bimbingan setelah yang bersangkutan keluar agar masyarakat dapat kembali menerima dan memberikan pekerjaan dan kembali bersama-sama merajut kebersamaan NKRI," ucap Indra.


Sementara itu, Kesa Rosmaya berterima kasih kepada Kapolres Bandung yang telah memberikan bantuan satu unit mesin jahit untuk memperbaiki perekonomian keluarganya.

"Alhamdulillah, terimakasih kepada Pak Polisi. Mesin jahit ini nantinya digunakan buat bekal anak saya, mesin ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya. Nanti juga suami bisa menjalankan usaha bersama," ujar Kesa. (tro/tro)