Baru Agustus, Sudah 16 Desa di Cirebon Alami Krisis Air Bersih

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 26 Agu 2019 19:16 WIB
Kekeringan merata di penjuru Kabupaten Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Krisis air bersih melanda sebanyak 16 desa yang berada di 11 kecamatan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akibat kekeringan. Pemkab Cirebon telah menerbitkan surat keputusan siaga-darurat krisis air bersih dan kebakaran hutan dan lahan dari awal Juli hingga akhir Oktober nanti.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman memprediksi krisis air bersih tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. "Sekarang hingga Agustus ini sudah ada 16 desa di 11 kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih. Tahun lalu totalnya 25 desa di 15 kecamatan. Ini kemungkinan bertambah, baru Agustus saja sudah 16 desa," kata Eman saat berbincang dengan detikcom di Kantor BPBD Kabupaten Cirebon, Senin (26/8/2019).


Lebih lanjut, Eman menyebutkan sebanyak 55.115 jiwa dari 15.893 KK yang tersebar di 16 desa terdampak krisis air bersih. "Kita sudah mendistribusikan air sebanyak 803.000 liter ke 16 desa itu," ucap Eman.

Eman mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PDAM untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke daerah yang mengalami krisis. Anggaran bantuan air bersih tersebut bersumber dari dana talangan.

"Dana talangan itu nanti akan diganti dengan anggaran bantuan sosial yang tidak direncanakan. Tidak ada batasannya, kita harus sampai tuntas kalau untuk kemanusiaan. Standar harga airnya bukan untuk bisnis, karena untuk sosial," katanya.


Tahun lalu, kata Eman, dana bantuan untuk distribusi air bersih itu mencapai Rp 93 juta dengan total yang didistribusikan sebanyak 1 juta liter. Tahun ini, Eman memprediksi total air yang didistribusikan untuk daerah yang krsisis air bersih mencapai 2 juta liter.

"Keputusan siaga-daruratnya sampai 31 Oktober, dari bulan Juli. Mungkin kalau sampai Oktober bisa sampai 2 juta liter, ini saja sudah 803 ribu liter," katanya.

Menurut Eman, bencana krisis air bersih tahun ini tersebar secara merata dari wilayah barat hingga timur Cirebon. Sebelumnya, pada tahun lalu hanya wilayah timur Cirebon yang tak terdampak krisis air bersih.

"Barat ada Desa Slangit dan Kreyo, kemudian utara ada Suranenggala, Gunungjati dan lainnya. Kemudian di timur ada Gebang, Pangenan dan di selatan ada Greged, Sedong dan sekitarnya. Hampir merata," katanya.


Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon kini telah menyalurkan bantuan pembuatan sumur artesis untuk menanggulangi krisis air bersih di sejumlah desa, salah satunya di Desa Cilukrak, Kecamatan Palimanan.

"Sebelumnya Cilukrak mengalami krisis air bersih, tahun sekarang sudah tidak. Ini solusi jangka panjang, kita juga imbau masyarakat untuk membuat sumur resapan dan memanen air hujan," katanya.





Tonton Video Kekeringan, Ratusan Petani di Pasuruan Cari Air hingga 10 Km:

[Gambas:Video 20detik]

(tro/tro)