Polres Banjar Tangkap Penjual 300 Ribu Kapsul Jamu Palsu

Polres Banjar Tangkap Penjual 300 Ribu Kapsul Jamu Palsu

Dadang Hermansyah - detikNews
Senin, 26 Agu 2019 14:58 WIB
Polres Banjar ungkap peredaran jamu palsu. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Polres Banjar ungkap peredaran jamu palsu. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Banjar - Jajaran Satres Narkoba Polres Banjar mengungkap peredaran jamu palsu. Sedikitnya 300 ribu kapsul dan seorang tersangka bernama Slamet Hidayat (38) warga Cilacap diamankan.

Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana menuturkan, berawal dari informasi masyarakat di wilayah Banjar banyak beredar obat tradisional atau jamu palsu yang tidak sesuai dengan kaidah kesehatan. Jamu palsu tersebut sangat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

"Hasil penyelidikan kami berhasil mengamankan seorang tersangka serta barang bukti berupa ratusan bungkus obat tradisional yang disimpan dalam tas besar," ujar Yulian Mapolres Banjar, Senin (26/8/2019).


Tersangka yang merupakan seorang sales itu mendapat jamu palsu tersebut dari Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pihak kepolisian kini memburu seseorang yang diduga sebagai peracik jamu tersebut. Saat mendatangi lokasi yang diduga tempat produksi, polisi hanya berhasil mengamankan satu buah mesin pengemasan dan ratusan ribu kapsul jamu palsu.

"Kita mengamankan 300 ribu kapsul dan alatnya mesin pengemas jamu. Ini bukan jamu tradisional, tapi sediaan farmasi. Ada yang berbentuk analgesik, anti depresan dan tepung yang tak berkhasiat dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau mengakibatkan fatalitas. Tak sesuai ilmiah," katanya.

Polres Banjar Tangkap Penjual 300 Ribu Kapsul Jamu PalsuFoto: Dadang Hermansyah
Yulian menerangkan, dalam kemasan juga terdapat pemalsuan mencantumkan izin dari BPOM. Padahal setelah dilakukan pengecekan, izin itu untuk produk lain.

Jamu palsu tersebut dikemas dalam berbagai merek. Ada beberapa merek yang tercantum, namun isinya kandungan yang sama dengan cangkang kapsul berbeda. Seperti extra kapsul halhil, akar wali, sehat kuat, extra kulit manggis, tulang gading, bersih darah, jamu sari atusifa, reumatik super baru, obat kuat ben puas, mahkota, tulang kuat, cipta caps dan jamu kopi madu.


Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 196 dan atau Pasal 197 dan atau Pasal 198 Undang-undang RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. "Ancamannya kalau sampai mengakibatkan meninggal dunia maksimal 10 tahun penjara," ucapnya.

Sementara itu , Slamet Hidayat mengakui jamu tersebut ilegal dan tak mengetahui kandungannya. Ia hanya menjadi sales atau memasarkan jamu palsu tersebut.

"Iya ilegal, saya tidak tahu kandungan dari jamu ini, dosisnya tidak tahu. Dapat barang dari Cilacap," katanya.

Polres Banjar Tangkap Penjual 300 Ribu Kapsul Jamu PalsuFoto: Dadang Hermansyah
Jamu palsu tersebut dijual oleh tersangka ke warung-warung di Ciamis dan Banjar dengan harga Rp 1.000 kemudian oleh warung dijual Rp 1.500 per bungkus dengan isi 2 kapsul. Setiap warung tersangka menjual 2 renceng atau sekitar 20 pcs.

"Satu bulan habis 300 renceng/gantung. Omsetnya Rp 6 juta sampai Rp 7 jutaan. Saya pernah coba jamu ini, pas sakit pinggang setelah minum jamu ini sakitnya hilang," katanya. (tro/tro)