Ridwan Kamil Sebut Ibu Kota Baru Boros Lahan

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 26 Agu 2019 14:43 WIB
Desain ibu kota baru Indonesia. (Foto: Denny Pratama/tim infografis detikcom)
Desain ibu kota baru Indonesia. (Foto: Denny Pratama/tim infografis detikcom)
Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) mengkritik kajian ibu kota Indonesia yang baru di Kalimatan Timur (Kaltim). Menurutnya luasan lahan yang diproyeksikan untuk ibu kota baru terlalu luas alias pemborosan.

"Sebagai arsitek saya melihat desain dan asumsi kota baru banyak hal-hal kurang tepat. Asumsinya lahannya terlalu luas, 200 ribu hektar untuk 1,5 juta penduduk, menurut saya boros lahannya," kata RK saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (26/8/2019).


Menurutnya pemerintah pusat harus belajar dari kegagalan beberapa negara dalam membangun ibu kota baru. Ia mencontohkan ibu kota Brazil (Brasilia) dan Myanmar (Naypyidaw).

"Contohnya Brazil (Brasilia) sampai sekarang tanahnya terlalu luas, manusia tidak betah dan lainnya. Myanmar (Naypyidaw) juga sama sepi," katanya.


Ia menilai yang perlu ditiru dalam penataan ibu kota baru yaitu Washington DC (Amerika Serikat). Jumlah penduduk yang mencapai 700 ribu jiwa hanya membutuhkan lahan seluas 17 ribu hektar.

"Kalau mau contoh baik tirulah Washington DC cukup dengan 17 ribu lahan untuk 700 ribu orang, dengan kota padat, bisa jalan kaki nyaman, jangan mengulangi kesalahan segala harus lahan luas," tutur pria yang karib disapa Emil ini.


Dia mengatakan dengan wilayah yang terlalu luas berdampak terhadap besarnya beban biaya pembangunan. Sebab, dibutuhkan infrastruktur jalan dan trotoar yang lebih luas untuk aksesibilitas penduduknya.

"Manusia di kota butuh jarak dekat bukan jauh, semua konsepnya harus jarak jauh konsekuensinya mahal infrastruktur. Berarti trotoar harus lebih panjang, jalan banyak juga," ujar RK.



Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Bagaimana Nasib Jakarta?:

[Gambas:Video 20detik]


Ridwan Kamil Sebut Ibu Kota Baru Pemborosan Lahan
(mud/tro)