Mahasiswa Unsur yang Jadi Tersangka Insiden Polisi Terbakar Terancam DO

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 20 Agu 2019 16:23 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom
Cianjur - Universitas Suryakancana (Unsur) menyesalkan keterlibatan mahasiswanya pada aksi demonstrasi anakistis yang mengakibatkan empat polisi terbakar, Kamis (15/8/2019).

Pihak Unsur memastikan demo tersebut dilakukan di luar organisasi di bawah naungan Unsur dan di luar kegiatan perkuliahan.

"Ada beberapa mahasiswa yang terlibat melakukan aksi itu memang kuliah di kita. Tapi mereka melakukan aksi itu bukan atas nama Unsur, bisa dicek tidak ada yang menggunakan jaket almamater. Mereka pakai organisasi lain di luar organisasi di bawah Unsur," kata pejabat Humas Unsur Cianjur, Bukhori Muslim, melalui sambungan telepon dengan detikcom, Selasa (20/8/2019).



Sayangnya, Buchori mengaku belum memerinci berapa banyak mahasiswanya yang terlibat insiden tersebut.

"Kalau untuk jumlah sampai detik ini belum ada konfirmasi, terlebih aksi mereka tanpa izin dari Unsur. Biasanya kalau dilakukan oleh organisasi di bawah Unsur, ada (pemberitahuan), terlebih saat ini sedang libur akhir semester tidak ada kegiatan," bebernya.

Unsur tengah menyiapkan sanksi kepada mahasiswa yang terlibat aksi. Namun Unsur akan menunggu keputusan hukum yang menjerat mahasiswanya dinyatakan inkrah.

"Kalau kita konsekuen, ketika status hukumnya inkrah putusan mereka salah, akan kita tinjau ulang keberadaan mahasiswa itu. Kalau sudah diputus misalkan 2 tahun atau 3 tahun, otomatis dia kan sudah nggak bisa masuk kuliah dia mengundurkan diri atau DO (drop out)," tegasnya.

Bukhori mengaku baru mengetahui ada insiden yang melibatkan mahasiswanya setelah beberapa orang pihak kepolisian mengkonfirmasi. Kepolisian mengabarkan bahwa ada mahasiswa Unsur yang melakukan aksi demo ke pendopo. Setelah itu pihak universitas juga kembali dihubungi setelah aksi yang berujung ricuh tersebut.

"Kami jelaskan kepada kepolisian, itu di luar dari kegiatan kampus. Tapi ternyata malamnya ada komunikasi lagi bahwa beberapa mahasiswa diamankan. Begitu kami cek, ternyata memang ada mahasiswa dari kami," jelasnya.



Meski begitu, lanjut dia, pihak universitas akan memberikan perhatian kepada mahasiswanya yang diamankan ataupun yang menjadi tersangka.

Untuk mencegah hal serupa, lanjut dia, pihaknya akan memberikan pembinaan terhadap para mahasiswa di Universitas Suryakancana.

"Nanti akan kami beri arahan dalam etika kegiatan. Unjuk rasa atau menyampaikan pendapat itu boleh saja, tapi tidak sampai anarkistis ataupun merugikan bagi orang lain dan dirinya sendiri," ucap dia.

Seperti diketahui, empat dari tiga tersangka insiden polisi terbakar adalah mahasiswa Unsur.

"Tiga tersangka adalah oknum mahasiswa dari Unsur, satu lagi tersangka masih kita periksa, masih kita mintai keterangan. Dari keseluruhan yang kita periksa sepanjang proses penyelidikan, ada juga dari kampus lain, bahkan ada alumni juga," ujar Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto.




Tonton Video Sebelum Polisi Terbakar Hidup-hidup, Ada yang Lempar Plastik Cairan:

[Gambas:Video 20detik]

(sya/ern)