detikNews
Minggu 18 Agustus 2019, 15:25 WIB

Potret Kesetaraan di Reruntuhan 'Rumah Deret' Tamansari Bandung

Mukhlis Dinillah - detikNews
Potret Kesetaraan di Reruntuhan Rumah Deret Tamansari Bandung Pameran fotografi di reruntuhan bangunan rumah deret Tamansari, Kota Bandung. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Ratusan karya foto mejeng di antara reruntuhan bangunan penggusuran untuk rumah deret (rudet) di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Hasil jepretan sekelompok fotografer ini bercerita beragam perspektif kesetaraan manusia dan kemerdekaan dalam kehidupan sosial.

Pameran foto bertajuk 'Egalite' ini merupakan inisiasi fotografer yang tergabung dalam Sub-Unit Photo's Speak. Total ada 113 karya hasil 'perburuan' 12 orang fotografer dari berbagai latar belakang yang berbeda.


Misalnya karya foto milik Thoudy Badai Rifanbillah menceritakan kehidupan seorang veteran perang bernama Abah Ono yang hidup di dalam rumah kumuh berukuran 4x7 meter. Ia harus berbagi ruangan bersama dua anak dan enam cucunya.

Kondisi itu tak lantas membuat Abah Ono mengemis simpati. Merasa bangga adalah pilihannya, karena menjadi salah satu pelaku sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Potret Kesertaraan di Balik Reruntuhan Rumah Deret Tamansari BandungFoto: Mukhlis Dinillah
Lain lagi foto yang dipamerkan oleh Djuli Pamungkas. Dalam karya fotonya, menggambarkan pembangunan tak melulu menghadirkan kebahagiaan. Karena ada pihak yang dikorbankan mulai dari penggusuran rumah, hingga tergerusnya ruang terbuka hijau.

Pembangunan yang terjadi di Kawasan Bandung Utara (KBU), daerah Dago Elos dan pemukiman di Tamansari dipilih menjadi contoh dalam ironi yang terjadi.


Tak hanya di Kota Bandung, potret mengenai tajuk kesetaraan itu didapatkan di wilayah Kota Jakarta. Jamal Ramadhan, fotografer lainnya, menampilkan kisah perjuangan sebagian warga Ibu Kota dalam mendapatkan air bersih.

Termasuk Adi Maulana Ibrahim yang memilih untuk memotret cerita para pencari suaka dari Timur Tengah dan Afrika yang hidup dalam ketidakpastian. Mereka meninggalkan negaranya karena merasa jengah dan takut atas konflik yang tidak tahu kapan usai.

Potret Kesertaraan di Balik Reruntuhan Rumah Deret Tamansari BandungFoto: Mukhlis Dinillah
Penyelenggara pameran, Sutanto Nurhadi Permana mengatakan kesetaraan menjadi isu yang serius dan berkembang saat ini. Apalagi bertepatan dengan HUT ke-74 Indonesia yang konsepsi mengenai hal ini selalu kontradiksi dalam keseharian.

"Di ranah kemerdekaan, kesetaraan yang menjadi konsepsi awal munculnya kemerdekaan pun semakin bias. Ini yang mendasari kami mengapa menggelar pameran dengan tema Egalite," kata Sutanto kepada wartawan, Minggu (18/8/2019).


Para fotografer berusaha merefleksikan pandangannya itu melalui medium foto cerita. Tujuannya, mengajak siapapun untuk memahami kembali sejauh mana makna kesetaraan telah diaplikasikan di lingkungan terutama dalam momen kemerdekaan.

"Apakah benar kita sudah setara? Apakah benar kita sudah merdeka? Kira-kira itu yang melatarbelakangi adanya pameran ini. Namun, para pengunjung pun kami bebaskan menginterpretasikan makna kesetaraan dan kemerdekaan," ujar Sutanto.

Pameran ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 31 Agustus 2019. Selain menampilkan foto, acara tersebut diisi pula oleh diskusi fotografi bersama jurnalis foto, Arif Hidayah. Lalu nobar film pendek bertajuk "Halo-halo Bandung" karya Nafsu Visual dan "Famulus" karya Flowfilmproject.
(mud/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com