Ditinggal ke Lamaran, Ruko Elektronik di Cirebon Hangus Terbakar

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 16 Agu 2019 17:21 WIB
Ruko elektronik di Cirebon hangus terbakar. (Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Imas (40) hanya bisa melongo melihat kondisi rumahnya. Sedangkan suaminya, Supena (46), sibuk meladeni pertanyaan petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.

Rumah pasangan suami-istri asal Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, itu hangus terbakar. Perabotan rumah dan barang dagangan milik Supena hangus terbakar. Selain menjual barang elektronik, seperti lampu, charger ponsel, dan lainnya, Supena juga bekerja sebagai perangkat desa.


Supena dan Imas saat kejadian tak berada di rumah. Supena saat itu sedang bekerja di kantor Desa Tegalwangi, sedangkan Imas mengikuti pesta lamaran salah satu keluarganya.

"Saya dapat kabar sekitar pukul 13.40 WIB, waktu itu saya masih kerja. Istri sedang ikut lamaran saudara. Jadi tidak ada di rumah semua, rumah sedang kosong," kata Supena saat berbincang dengan detikcom, Jumat (16/8/2019).

Ditinggal ke Lamaran, Ruko Elektronik di Cirebon Hangus TerbakarFoto: Sudirman Wamad/detikcom
Api yang melahap rumah dan toko milik Supena itu akhirnya bisa dipadamkan petugas sekitar pukul 15.00 WIB. Supena tak menyangka rumahnya ludes terbakar.

"Kerugian sekitar Rp 200 juta. Tidak ada sisa. Alhamdulillah tidak ada korban," ucap pria berambut putih itu.

Supena menduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik. "Tidak ada yang tahu, tahu-tahu api sudah membesar. Mungkin karena korsleting listrik," katanya.


Di tempat yang sama, Kapolsek Weru, Polres Cirebon, Kompol Rusdi mengaku mendapat laporan kebakaran sekitar pukul 14.00 WIB. Pihaknya saat ini tengah menyelidiki penyebab kebakaran rumah Supena itu.

"Penyebabnya belum diketahui. Kita masih selidiki," kata Rusdi.

Rusdi mengatakan api sudah membesar saat diketahui oleh warga sekitar. Rusdi mengatakan, saat kejadian, tak ada orang di dalam rumah.

"Ini rumahnya merangkap jadi toko elektronik. Tidak ada orang sama sekali, lagi pada keluar semua," kata Rusdi. (tro/tro)