detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 14:38 WIB

Jokowi Ingatkan Soal Studi Banding, Plh Walkot Bandung: Kita Efisiensi

Mochamad Solehudin - detikNews
Jokowi Ingatkan Soal Studi Banding, Plh Walkot Bandung: Kita Efisiensi Plh Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Dalam sidang bersama DPD RI dan DPR RI Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran eksekutif agar lebih efisien dalam penggunaan anggaran. Misalnya saja terkait studi banding ke luar negeri yang menurutnya semua informasi saat ini bisa diakses melalui gawai.

Plh Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyambut baik imbauan yang disampaikan orang nomor satu Indonesia itu. Dia juga mengaku saat ini Pemkot Bandung selalu berupaya melakukan efisiensi dan meningkatkan pelayanan kepada publik.

"Kita juga efisiensi, pelayanan ke publik harus ditingkatkan," kata Yana di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (16/8/2019).


Dia menuturkan, pada dasarnya kunjungan ke luar negeri masih tetap perlu dilakukan. Namun instensitas dan tingkat kepentingan dalam kunjungan itu yang perlu diperhatikan.

Misalnya saja, kata Yana, dalam urusan penandatanganan kerja sama yang tentu saja tidak bisa dilakukan secara digital. Hal itu perlu dilakukan secara pertemuan fisik antara ke dua belah pihak.

"Kadang-kadang ke luar negeri seperti tandatangan MoU mau tidak mau, suka tidak suka (harus dilakukan). Tapi proses menuju ke sana (dalam penjajakan) kerja sama tidak harus terus bolak balik. Lewat tadi, pake teknologi," ucapnya.


Yana mengatakan, pada September mendatang terdapat rencana kunjungan ke Kota Namur, Belgia. Kunjungan itu untuk menindaklanjuti jalinan kerja sama yang sudah dibangun antara kedua belah pihak terkait sister city.

"September ada rencana MoU dengan Kota Namur, Belgia," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Yana kembali menegaskan, akan lebih selektif dalam melakukan perjalanan ke luar negeri. "Akan lebih selektif. Studi banding dengan teknologi bisa. Tapi saat penandatanganan (kerja sama), ya masih perlu ketemu secara fisik," ujarnya.

Di lokasi yang sama Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menambahkan, pada tahun ini alokasi anggaran untuk kunjungan ke luar negeri tidak terlalu besar. Secara keseluruhan kurang lebih Rp 5 miliar.

"Tapi (dari anggaran itu) yang sekarang tergunakan masih sangat jauh dari alokasi yang maksimum," ucapnya.


Ema menyatakan, sejauh ini tidak ada kegiatan studi banding ke luar negeri yang dilakukan oleh jajaran Pemkot Bandung. Namun kunjungan ke luar negeri dilakukan dalam upaya menindaklanjuti kerja sama yang sudah dibangun.

"Tidak ada studi banding ke luar negeri. Yang ada menindaklanjuti proses MoU yang memang secara fisik harus dihadiri oleh pimpinan. Jadi arahan Pak Presiden sudah sangat sejalan dengan apa yang kita lakukan," ujarnya.



Jokowi Segera Pangkas Organisasi dan Aparat yang Tak Efisien:

[Gambas:Video 20detik]


(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com