detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 13:14 WIB

Gaet Turis Eropa, Disparbud Jabar Tawarkan Wisata Tur Jalur Kereta Api

Mukhlis Dinillah - detikNews
Gaet Turis Eropa, Disparbud Jabar Tawarkan Wisata Tur Jalur Kereta Api Foto: dok. Istimewa
Bandung - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat tengah menggenjot tingkat kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya Eropa. Destinasi yang akan ditawarkan kepada turis asing tersebut wisata sejarah jalur kereta api.

Lewat event 'Smiling West Java Historical Railway Tour' yang berlangsung pada 21-22 Agustus 2019, Disparbud ingin mempopulerkan wisata baru. Event ini merupakan rangkaian peringatan HUT Provinsi Jabar ke-74.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik menuturkan 'Smiling West Java Historical Railway Tour' menjadi cara menggali potensi wisata perkeretaapian, terutama jalur kereta api Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Dia mengatakan perkembangan kereta api di Indonesia tak lepas zaman kolonialisme, misalnya Stasiun Bogor. Menurut beberapa ahli, Stasiun Bogor terbilang mewah dengan dua tingkat karena diperuntukkan khusus buat jenderal Belanda.

"Kita hampir tidak mengetahui masa kolonial perang dunia ke-2, ternyata Nazi Jerman masuk ke Jabar. Di antaranya ke kawasan Lido (perbatasan Bogor-Sukabumi) dan Cisaat terdapat kuburan tentara eks Nazi," kata Dedi saat dihubungi, Rabu (14/8/2019).

Dalam tur ini direncanakan akan melewati terowongan Lampegan. Di sana, pejabat yang akan diundang, seperti Gubernur Jabar serta Dubes Jerman, Inggris, dan Belanda, akan disuguhi pemandangan menakjubkan kawasan Gunung Padang.

"Tujuan akhir tur ini kita ingin mengungkap bahwa keret api yang melewati jalur-jalur pedalaman di Jabar memiliki surga-surga yang tersembunyi," ucap dia.

Dedi mengaku saat ini wisatawan mancanegara masih didominasi negara-negara Asia, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan China. Berdasarkan data BPS, pada Januari-Februari 2019 wisman ke Jabar mencapai 27.701 orang.

Jumlah tersebut naik 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Wisman asal negeri jiran mendominasi, mencapai 18.636 orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang tercatat 16.724 orang.

Pihaknya akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai fasilitator dari wisata tersebut, sehingga ke depannya wisata ini bisa dinikmati masyarakat umum, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ia ingin wisata sejarah jalur kereta api ke depannya menjadi daya tarik baru bagi turis asing, khususnya Eropa. Ia yakin wisata sejarah dan alam itu akan diminati pelancong negara-negara Eropa, seperti Belanda, Jerman, dan Inggris.

"Ke depannya tentu kita siap dibuka untuk umum. Karena kita mengincar kunjungan wisata, khususnya wisatawan dari Eropa," ujar Dedi.
(mud/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed