ADVERTISEMENT

Santri yang Juga Menantu Mbah Moen: Beliau Mengajar dengan Belas Kasih

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 07 Agu 2019 12:55 WIB
Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Cirebon - Kepergian ulama besar Indonesia KH Maimun Zubair alias Mbah Moen menyisakan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Tak sedikit kiai di Indonesia yang pernah menimba ilmu kepada Mbah Moen, di antaranya sejumlah kiai yang ada di pondok pesantren di Cirebon.

"Hampir semua kiai di Cirebon itu murid Mbah Moen. Seperti (Ponpes) Buntet, Babakan, Gedongan, dan lainnya, kiainya pernah belajar ke Mbah Moen," kata pengasuh Ponpes KHAS Kempek Cirebon KH Mustofa Aqiel Siradj, yang juga menantu Mbah Moen, di kediamannya Desa Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jabar, Rabu (7/8/2019).

Mustofa menceritakan cara Mbah Moen mengajar santri-santri, termasuk santri yang nakal. Menurut Mustofa, Mbah Moen tak pernah memberikan hukuman atau sanksi terhadap sanksi yang nakal.

"Orangnya penuh belas kasih. Nggak pernah marah. Kalau ada santri yang nakal, justru didoakan. Kalau ada anak nakal, ya didoakan biar nggak nakal," kata Mustofa.


Mustofa menerangkan Mbah Moen menggunakan pendekatan emosional, melibatkan hati dan perasaan, saat memberikan pelajaran terhadap santrinya.

"Ngajinya itu ngaji rasa, pakai hati. Misalnya ada santri rambut gondrong itu nggak dimarahi, nggak disuruh potong rambut, tapi dipanggil salat berjemaah bersebelahan dengan Mbah Moen. Terus zikir, setelah itu rambutnya dielus, 'Rambutnya bagus, ya' katanya gitu. Sepulang dari masjid, santri itu langsung minta potong rambut," katanya.



Sekadar diketahui, Mbah Moen wafat di Mekah, Arab Saudi, saat menunaikan ibadah haji. Mbah Moen wafat di salah satu rumah sakit di Mekah, di RS An-Noor, Kudai. Jenazah kiai karismatik telah dimakamkan di pemakaman Al Ma'la, Mekah, pada Selasa (6/8/2019) sekitar pukul 12.45 waktu Saudi.


Said Aqil: Mbah Moen 'Paku Bumi' Indonesia:

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT