Bikin Panik, Pemotor Peneriak 'Air Naik' Dicari Warga Palabuhanratu

Bikin Panik, Pemotor Peneriak 'Air Naik' Dicari Warga Palabuhanratu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 22:06 WIB
Bikin Panik, Pemotor Peneriak Air Naik Dicari Warga Palabuhanratu
Foto: Gempa Banten M 7,4 (Dok. BMKG)
Sukabumi - Sejumlah warga Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, panik dan resah dengan ulah sejumlah pemotor pembuat hoaks bahwa air laut naik di wilayah dermaga dan seputaran Pasar Palabuhanratu pascaterjadi gempa berpusat di Banten. Mengantisipasi keresahan, saat ini sebagian warga berjaga di kawasan tersebut sambil mencari pemotor peneriak 'air naik'.

"Situasi seperti ini ada saja oknum warga yang meneriakkan isu yang membuat warga panik, saya sendiri terus berkoordinasi dengan teman-teman kepolisian di wilayah Dermaga untuk memastikan setiap kabar yang datang," kata Deni Abdul Khalik, warga Palabuhanratu, melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2019).


Menurut pegiat otomotif di Palabuhanratu ini, sejumlah orang menggunakan sepeda motor berteriak 'air naik' kepada warga lainnya di sepanjang jalan. Seolah-olah air laut benar-benar naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka (pemotor) berteriak-teriak, membuat isu. Bagi masyarakat awam mungkin bisa saja langsung percaya, bahkan ada yang ikut menyebarkan informasi sesat itu melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Warga saat ini berjaga dan mencari oknum pemotor itu agar tidak berulang, kalau sampai ada mau kita serahkan ke polisi," tuturnya.

Menurut Deni, saat ini sejumlah warga di Palabuhanratu, Citepus, Patuguran sudah mengungsi ke Kiaralawang.

"Warga mengungsi di dataran yang lebih tinggi ada yang ke Kiaralawang, Graha Kiaralawang dan Cimanggu," kata Deni.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi meminta warga untuk tidak begitu saja mempercayai informasi yang beredar terkait kejadian pascagempa.

"Pantauan personel di lapangan situasi masih terkendali, belum ada tanda-tanda air naik dan sebagainya di pesisir pantai. Itu hanya isu yang disebar oleh orang tidak bertanggung jawab, waspada harus tapi tidak diiringi kepanikan tetap tenang dan tunggu kabar resminya," tutur Nasriadi.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami pascagempa Banten. Peringatan tsunami sebelumnya diterbitkan setelah terjadi gempa Magnitudo 7,4.

"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa M 7,4 dinyatakan telah berakhir," tulis situs BMKG, Jumat (2/8/2019).


Simak Juga 'Warga Palabuhanratu Berhamburan Keluar Rumah Usai Gempa M 7,4':

[Gambas:Video 20detik]

(sya/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads