Kini Cetak Kartu Identitas Anak di Bandung Mudah

Mochamad Solehudin - detikNews
Rabu, 31 Jul 2019 16:25 WIB
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Pemerintah Kota Bandung meluncurkan Anjungan Kartu Identitas Anak (KIA), Rabu (31/7/2019). Mesin anjungan tersebut didesain seperti ATM perbankan yang nantinya menjadi media untuk mencetak KIA.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana hadir dalam acara peluncuran Anjungan KIA, yang digelar di Hotel Grand Aquila, Kota Bandung. Sejumlah tamu undangan hadir, mulai dari jajaran polisi, TNI dan instansi terkait lainnya.

Yana mengungkapkan, Anjungan KIA menjadi salah satu inovasi di bidang layanan kependudukan di Kota Bandung. Meski bukan yang pertama di Indonesia, tapi anjungan KIA milik Kota Bandung ini diklaim lebih aman dan lebih canggih.

"Jadi meskipun Kota Bandung ini kedua, kita lebih unggul karena based on sidik jari. Kalau di Tangsel (Tangerang Selatan) cara membuatnya pake NIK saja. Kalau ini NIK dan juga sidik jari lebih aman," katanya, usai acara peluncuran.

Yana menyatakan, dengan hadirnya anjungan ini masyarakat bisa lebih mudah untuk mendapat KIA. Masyarakat cukup datang ke tempat Anjungan KIA yang disediakan Pemkot Bandung tanpa perlu lama menunggu dan membawa dokumen persyaratan.

Menurutnya KIA ini memiliki banyak fungsi yang bisa didapatkan anak sebagai hak sipilnya. Selain sebagai identitas diri anak di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP, banyak promo menarik yang bisa digunakan dengan memiliki KIA.

KIA sendiri adalah identitas untuk anak berusia di bawah 17 tahun. Kartu identitas tersebut memiliki banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan, terutama bagi para pelajar.

"(KIA) sebagai identitas anak di bawah 17 tahun. Bisa juga memanfaatkan promo-promo yang berkaitan dengan keperluan mereka ada pendidikan, ada toko buku," ucapnya. .
Kini Cetak Kartu Identitas Anak di Bandung MudahFoto: Mochamad Solehudin

Ia menyebutkan dengan mencetak KIA maka data kependudukan anak-anak di bawah 17 tahun bisa terus diperbaharui. Karena selama ini pemerintah masih fokus pada perekaman KTP untuk penduduk usia di atas 17 tahun.

"Bukan sekadar hanya 17 tahun saja. Karena perekaman Kota Bandung sudah 99 persen yang 17 tahun. Mudah-mudahan ini yang 17 ke bawah kita semakin update," katanya.

Ia mengatakan dengan layanan ini maka masyarakat bisa mendapatkan kemudahan. Tidak perlu lagi datang ke Kantor Disdukcapil dan berurusan dengan petugas. Ini menjadi komitmen Pemkot Bandung untuk memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat. Apalagi ditambah rencana Pemkot Bandung membangun Mal Pelayanan Publik.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung Popong W Nuraeni menuturkan Anjungan KIA memang dibuat untuk memberi kemudahan bagi masyarakat. Caranya juga mudah dan tidak perlu menunggu lama kartu itu tercetak.

"Jadi keluarga tinggal masukan NIK kemudian pakai sidik jari kemudian pilih anaknya yang mau dicetak KIA-nya, langsung tercetak," katanya.

Menurutnya, dengan adanya fitur sidik jari kepala keluarga sebagai syarat mencetak KIA maka anjungan yang diluncurkannya itu lebih aman. Pasalnya data yang ada tidak bisa disalahgunakan oleh pihak lain.

"Ini lebih aman, kalau cuman masukin NIK saja kan bisa sama siapa aja. Kalau ini perlu ada sidik jari dari ayah," katanya.

Dia juga menyebutkan, anak-anak berusia di bawah 17 tahun juga memerlukan kartu identitas seperti orang dewasa. Karena identitas itu bisa menjadi petunjuk saat seorang anak tersesat atau kebutuhan lainnya.

"Tapi itu enggak jadi persyaratan masuk sekolah. Kalau buat buka tabungan bisa atas nama sendiri," ucapnya.

Ia mengungkapkan mesin anjungan KIA yang dibuat dengan anggaran Rp70 juta ini baru ada satu buah. Rencananya akan ditempatkan di pusat perbelanjaan yang juga disediakan layanan kependudukan lainnya. Ia pun berharap tahun depan mesin ini bisa diperbanyak dan hadir di setiap kecamatan di Kota Bandung.

(mso/ern)