Dear Warga, Cek Label Sehat Hewan Sebelum Membeli Kurban Online

ADVERTISEMENT

Dear Warga, Cek Label Sehat Hewan Sebelum Membeli Kurban Online

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 30 Jul 2019 12:55 WIB
Salah satu gerai yang menjual hewan kurban secara online. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung - Pemkab Bandung meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli hewan kurban, terutama yang dijual dalam sistem online.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, seiring berkembangnya waktu kini hewan kurban banyak dijual secara online.

"Memang sudah ada perkembangan baru perdagangan melalui online," kata Tisna di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (30/7/2019).


Hewan kurban yang dijual melalui online juga tetap harus terjamin kesehatannya dan sudah melalui pemeriksaan Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

"Kita terus memantau lapak-lapak di Kabupaten Bandung yang melakukan online. Imbauan kepada masyarakat, hewan yang dibeli melalui online itu harus terjamin terkait pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas," ucapnya.


Seperti diketahui, setiap hewan yang telah dinyatakan sehat dan layak jual oleh petugas akan mendapatkan tanda khusus seperti label, kalung atau cap khusus sesuai yang ditetapkan masing-masing daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bandung Popi Hopipah mengklaim, hewan kurban yang dijual online sehat dan sudah melalui pemeriksaan petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. Ia menjamin karena yang menjual hewan kurban itu biasa menjual untuk akikah.

"Untuk online kalau yang ada di Kabupaten Bandung bisa kami pantau, tapi yang di luar Kabupaten Bandung kita belum bisa memantau. Tapi dengan 150 petugas pemeriksaan hewan kurban saya optis akan terjaring tidak ada hewan kurban yang terkena penyakit berbahaya," kata Popi.


Popo mengatakan tidak ada petugas khusus untuk memantau penjual hewan kurban online. Sebab penjual online itu biasanya adalah pedagang yang biasa melayani kebutuhan akikah.

"Saya menjamin yang menjual online orang-orang yang paham agama. Saya yakin mereka patuh dan taat terhadap aturan agama yang diberlakukan," ucapnya.

"Imbauan kepada penjual online, bahwa ini adalah sifatnya sakral untuk kurban. Apa yang diisyaratkan melalui kaidah agama harus dipahami, selain sehat juga harus memenuhi syarat untuk berkurban. Saya yakin yang menjual online sudah mengerti soal itu," ujar Popi. (tro/tro)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT