Banyak Hewan Liar Muncul di Pemukiman, BBKSDA: Makanan Berkurang

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 28 Jul 2019 17:25 WIB
Hewan liar masuk ke daerah pemukiman warga. (Foto: istimewa)
Bandung - Sejak satu bulan terakhir, sejumlah hewan liar muncul di pemukiman warga Kabupaten Bandung Barat. Beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi hidup dan ada juga yang mati.


Berikut sejumlah kejadian yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Bandung:

Senin, 24 Juni 2019, dua ekor ular piton jenis reticulatus dan molurus ditemukan operator alat berat bekhoe di Kampung Bojongsari, RT 2 RW 2, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay. Ular itu ditemukan di proyek pelebaran Sungai Citarum yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga.

Jumat, 19 Juli 2019, seekor monyet ekor panjang masuk ke pemukiman warga yang berada di Kampung Saparako, Desa/Kecamatan Majalaya. Monyet tersebut bergelantungan di atap rumah warga. Saat akan ditangkap monyet itu kabur ke pemukiman warga lainnya.

Sabtu, 20 Juli 2019, seekor babi hutan masuk pemukiman di Kampung Nyalindung, RT 04 RW 11, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi. Babi itu terjebak di halaman rumah dan di tangkap oleh warga hingga diarak dengan diikat tali plastik. Namun babi tersebut berhasil kabur, karena tali plastik putus.

Sabtu, 27 Juli 2019, bangkai seekor macan tutul ditemukan petani di kawasan kebun kopi yang berada di Lokasi Perhutani Petak 24 C RPH Logawa, BKPH Banjaran, KPH Bandung Selatan, Gunung Malabar, Kecamatan Pangalengan. Lokasi penemuan hewan dilindungi ini tidak jauh dari pemukiman warga.

Sabtu, 27 Juli 2019, babi hutan menggegerkan warga Kampung Cangklek, RT 01 RW 02, Desa Gegerbitung Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Salah seorang warga menjadi korban akibat diserang oleh babi tersebut.


Terkait hal tersebut, Kepala BBKSDA Jabar Amy Nurwati mengatakan fenomena hewan liar turun muncul di pemukiman warga diduga karena kelaparan.

"Sebetulnya keluarnya satwa dari habitatnya itu kurang lebih karena kekurangan pakan. Artinya, itu harus menjadi monitor kami. Kita harus mengidentifikasi sebenarnya kebutuhan apa yang harus dibutuhkan," katanya kepada detikcom.

Saat disinggung apa yang saat ini terjadi di hutan, ia salah satunya karena musim kemarau. "Sekarang kan musim kemarau, mungkin ketersediaan makan mereka berkurang. Secara alami dia (satwa) ingin mencari kenyamanan," ujarnya.


Pihaknya mengimbau, jika masyarakat di Kabupaten Bandung yang menemukan hewan liar segera menghubungi petugas BBKSDA Jabar agar segera dievakuasi.

"Yang jelas harus melapor, Balai KSDA di setiap resort memiliki call center. Kita sudah sosialisasikan melaporkan nanti bentuk penanganannya juga kita lakukan bersama," ujar Amy. (tro/tro)