21 Tahun 'Dipenjara' Majikan, Turini Kuatkan Iman dengan Salat-Puasa

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 22 Jul 2019 15:54 WIB
Turini (hijab putih-baju hitam) saat tiba di rumahnya. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - KBRI Riyadh berhasil memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Cirebon, Turini (43) yang sempat hilang kontak selama 21 tahun.

Turini tak pernah keluar rumah selama bekerja di Arab Saudi. Bahkan, Turini tak bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Turini mengaku stres karena perlakuan majikannya. Ia mengaku beruntung masih dikuatkan hingga berhasil dipulangkan pemerintah.

"Saya sudah kenyang benci. Kalau tidak kuat imannya, saya bisa gila di sana," kata Turini saat berbincang dengan detikcom di kediamannya di Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (22/7/2019).


Ia berusaha tegar dan rajin ibadah agar imannya selalu kuat menghadapi majikannya yang zalim. Bahkan, Turini pun rajin beribadah salat dan puasa sunah.

"Saya selalu tahajud dan puasa Senin-Kamis. Saya mengaji Alquran agar iman saya selalu dikuatkan. Kalau tidak begitu saya bisa gila," katanya.

Menurutnya selama bekerja tak ubahnya seperti dipenjara oleh majikan di Arab Saudi. Turini mengaku tak pernah keluar rumah selama bekerja di sana.

"Surat atau kontakan (komunikasi) dengan keluarga enggak boleh. Seperti penjara. Saya pernah mengancam keluarga (majikan), saya ancam ingin bunuh diri kalau tidak dibantu dipulangkan," ucap Turini.


Turini mengaku selalu cekcok dengan majikannya. Ia kerap membuang barang-barang majikannya. "Kekerasan tidak pernah, paling marah-marah saja. Kalau saya ngamuk, saya pernah buang barang-barang majikan. Terus dia (majikan) pasti langsung pergi, tak ladenin saya," kata Turini. (tro/tro)