Yopi Firmansyah, Pengamen Jalanan yang Bangun Pesantren Gratis

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 18 Jul 2019 15:12 WIB
Yopi Firmansyah (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Yopi Firmansyah (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - Pernah tinggal di jalanan imbas keretakan keluarga, membuat Yopi Firmansyah (35) tergerak untuk membantu anak-anak lainnya yang senasib dengannya.

Pria asal Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu mewakafkan dirinya dengan membangun Pondok Alquran Baitul Jannah, yang menyediakan pendidikan gratis bagi anak yatim piatu, duafa dan broken home.

"Di jalan saya mengamen di Simpang Dago, saat itu saya kelas satu SMA. Saya juga enggak tamat SMA karena saat itu sangat sulit sekali," kata Yopi kepada detikcom di Pondok Alquran Baitul Jannah, Kampung Pageurmaneuh, Desa Pagerwangi, Lembang, KBB, Jawa Barat, Rabu (17/7).

Untuk bertahan hidup, Yopi yang ditinggalkan ayahnya sejak usia dua tahun itu, kemudian mengadu nasib dengan berjualan di area wisata Tangkuban Parahu.

"Hampir semua pekerjaan kasar saya kerjakan, saya mendapatkan tekanan dari preman saat di jalan," ujarnya.


Yopi Firmansyah, Pengamen Jalanan yang Bangun Pesantren GratisFoto: Yudha Maulana
Kendati begitu, Yopi tetap rutin mengikuti kajian di Daarut Tauhiid sebagai penyeimbang. Hal itu ia lakukan sejak tahun 2000. Di sana ia belajar banyak tentang agama dan berhasil menulis buku pada 2007.

"Dapat pencerahan banyak. Di situ saya mulai menuliskan kisah saya, dibantu teman yang kuliah di UIN. Dari menulis buku saya menjadi motivator, mengisi di kampus dan keliling Indonesia dan Malaysia," tutur Yopi.

Buku berjudul 'Kamu Pasti Bisa, 7 Kunci Sukses Menggapai Cita-cita' itu sukses di pasaran dan telah melalui lima proses cetak.

Berada di puncak kesuksesan, Yopi pun ingin membuat dirinya lebih bermanfaat. Ayah lima anak itu ingin membantu anak-anak yang senasib dengannya, dengan memberikan pendidikan yang layak.

"Baru pada 2019 saya mulai merintis pondok pesantren, kemudian mengajak rekan saya Ustaz Irvan Nur Ulum yang lulusan pesantren untuk menjadi guru sekaligus pimpinan pondok," ucapnya.

Awalnya, Yopi menggunakan dana tabungan sebesar Rp 20 juta untuk membayar sewa bangunan bekas rumah makan. Sedangkan sisanya masih belum dibayarkan.

"Tadinya uangnya buat anak sekolah tapi akhirnya dibuat pondok dan anak saya belajar disini," ucap Yopi.

Ia kemudian merekrut tujuh relawan pengajar yang siap dibayar seikhlasnya. Untuk operasional pun, ia kerap menyisihkan uang honor dari berbagai seminar motivasi yang dilakoninya.

"Saya enggak mau, (santri-santri) korban perceraian mengalami seperti saya. Kena narkoba karena broken home. Ini ikhtiar saya agar anak-anak tidak ke jalanan dan hancur serta terjun ke dunia bebas. Saya merasakan kerasnya dunia jalanan," tutur Yopi.

Simak Video "30 Personel Polda Sultra Ikut Pendidikan dan Berlatih Jadi Da'i"
[Gambas:Video 20detik]
(ern/ern)