detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 21:18 WIB

P2TP2A Kawal Kasus Istri Baby Blues Bacok Suami Gegara Dipaksa Seks

Syahdan Alamsyah - detikNews
P2TP2A Kawal Kasus Istri Baby Blues Bacok Suami Gegara Dipaksa Seks Ketua P2TP2A Sukabumi Yani Marwan. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi mengapresiasi langkah polisi mediasi terhadap kasus Aminah (43) seorang istri yang membacok suaminya dengan kapak dipicu sindrom baby blues.

"Hasil medis sudah menjelaskan ibu tersebut mengalami sindrom pasca melahirkan atau baby blues, peristiwa itu dilakukan di luar kontrol. Apalagi polisi juga sudah menyadari ada sindrom itu, saya pikir alhamdulillah bisa dimediasi dan suaminya menyadari kemudian memaafkan istrinya alhamdulillah," kata Yani Marwan, ketua P2TP2A Sukabumi kepada detikcom, Selasa (16/7/2019).


Yani menjelaskan baby blues saat ini masih terdengar asing di masyarakat, P2TP2A akan melakukan pembelajaran kepada kaum ibu dan masyarakat Sukabumi terkait sindrom tersebut.

"Ibu yang sedang hamil, ibu yang melahirkan apalagi pasca melahirkan kondisinya akan labil. Perlu adanya dukungan yang pertama dari orang terdekat terutama dari suami, itu akan memberi efek luar biasa bagi si ibu. Suami dituntut harus mengerti banget apa sih yang dibutuhkan oleh istrinya," ujar Yani.

Menurut Yani, kasus baby blues yang terjadi di Sukabumi adalah sesuatu yang langka. Pemahaman agama yang kuat juga akan mengurangi efek timbulnya baby blues selain dukungan dari suami, keluarga dan lingkungan.

"Baby blues yang terjadi pada ibu itu mungkin bisa dipicu karena faktor kondisi ekonomi, kemudian ketidakmengertian suami yang harusnya memahami istri yang lelah pasca melalui sakitnya prosesi melahirkan. Saya rasa harus adanya edukasi berkelanjutan, pemenuhan gizi sang ibu juga tidak kalah penting ya," ucapnya.


P2TP2A akan melakukan pendampingan bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2A) terhadap Aminah dengan berkoordinasi dengan kepolisian. "Siap pendampingan, kita akan sama-sama mengawal dan mengambil pelajaran atas peristiwa ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ujar Yani.

Simak Video "Pesan Lapan untuk Jujun, Tukang Bubut Perakit Heli Asal Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]

(sya/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com