detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 20:45 WIB

Sikap Dingin Komsatun Jadi Kenangan Terakhir Keluarga

Wisma Putra - detikNews
Sikap Dingin Komsatun Jadi Kenangan Terakhir Keluarga Potongan tubuh Komsatun yang dimutilasi dan dibakar/Foto: Arbi Anungrah/detikcom
Bandung - Suami Komsatun Wachidah (51), korban mutilasi yang potongan mayatnya ditemukan di Banyumas, Soib (51), mengatakan sebelum pergi istrinya menunjukkan perilaku berbeda. Istrinya menjadi dingin dan tak peduli padanya dan juga anak mereka.

"Saya tanya, tidak menggubris, sudah kosong (pandangan), seperti sudah tidak kenal saya," kata Soib kepada detikcom, Sabtu (13/7/2019) di kediaman Ketua RW 21 di Kecamatan Cileunyi.

Sikap dingin yang ditunjukan Komsatun kepadanya dianggap sebagai hal biasa. Soib menganggap istrinya itu capek.

"Kehidupan keluarga normal, mungkin dia capek pulang dari kantor. Saya tidak diajak makan, biasanya suka ngajak makan atau nanya ayah mau minum apa, ini cuek aja. Setelah itu dia nongkrong lagi di komputer bahkan nyanyi-nyanyi," ungkapnya.

Komsatun pergi meninggalkan rumah Minggu (7/7) pagi. Hingga, Senin (8/7) Soib terus melakukan pencarian berharap istri yang memberi satu anak kepadanya itu segera pulang.

"Setelah kejadian itu, saya curiga. Saya iseng buka akun Facebook dia, karena hari minggu itu dia sudah tidak mengenali saya. Pokoknya Sabtu-Minggu sudah kosong," ujarnya.

Setelah membuka Facebook milik istrinya, ia kaget luar biasa. Ia tak menjelaskan isi inbox secara rinci.

"Saya lihat Facebook ada inbox yang masuk sama laki-laki ngmongin saya. Langsung ATM saya blok, Senin itu juga," ujarnya.

Menurutnya, istrinya berangkat buru-buru dari rumahnya sehingga Facebook yang ia gunakan di komputer tak sempat di log out. "Menggunakan FB di komputer. Dia buru-buru, enggak log out, di laptop anak saya juga Facebook nya belum di log out juga," tambahnya.

Mengetahui hal tersebut, ia semakin curiga bila istrinya menjadi korban kejahatan. Selain itu, istrinya juga pergi meninggalkan rumah dengan membawa BPKB mobil.

Ia kembali menegaskan, bila kondisi keluarganya baik-baik saja dan tidak ada masalah sedikitpun.

"Kondisi rumahtangga baik-baik saja. Mulai tidak normal itu Sabtu-Minggu. Sudah tidak mengenal lagi saya, sudah tidak nanya, diajak bicara gitu. Sama anak juga gitu, padahal biasanya tidur sama anak," pungkasnya.


Simak Juga 'Terkuak! Mayat Terpotong di Banyumas Dibunuh di Bandung':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Asmara Jadi Motif di Balik Aksi Keji Mutilasi di Banyumas"
[Gambas:Video 20detik]

(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed