detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 09:49 WIB

Sebelum Meninggal, Abubakar Sempat Minta Berobat ke Singapura

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sebelum Meninggal, Abubakar Sempat Minta Berobat ke Singapura Foto: Ari Saputra
Bandung - Mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat Abubakar meninggal dunia di rumah sakit. Sebelum meninggal, Abubakar yang juga tengah menjalani hukuman kasus korupsi itu sempat hendak dibawa berobat ke Singapura.

"Kita sudah upayakan untuk berobat ke luar negeri, prosesnya sudah berjalan tapi bapak keburu meninggal dunia," ucap Iman Nurhaeman pengacara Abubakar saat dihubungi, Sabtu (13/7/2019).

Iman menjelaskan pihaknya sudah mengajukan permohonan itu sejak Senin (8/7) lalu. Permohonan itu ditanggapi pihak Lapas Sukamiskin dengan menggelar rapat tim penilai pemasyarakatan (TPP).

"Prosesnya itu saya sudah bertemu dengan dokter Sukamiskin, mereka juga sudah rapat TPP, diajukan lagi ke Kanwil Kemenkum HAM, lalu ke kementerian. Karena kan keputusannya di menteri kalau berobat ke luar negeri," tuturnya.

Menurut Iman, alasan Abubakar perlu berobat ke luar negeri lantaran sebelumnya Bupati 2 periode di KBB itu sudah pernah ditangani dokter di Singapura. Akan tetapi, Abubakar keburu meninggal dunia di Rumah Sakit Borromeus, Bandung akibat kanker darah.

"Pernah ditangani oleh dokter di Singapura. Jadi harusnya lanjutannya di sana," ucapnya.

Terkait proses hukum yang tengah dijalani Abubakar, Iman menyatakan hal itu secara otomatis gugur.

"Iya sesuai Undang-undang. Artinya beliau tidak menjalankan hukuman," kata Iman.

Abubakar divonis 5,5 tahun serta denda Rp 200 juta subsider 6 bulan pada Desember 2018 silam. Ia terbukti korupsi 'bancakan' uang Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab KBB.

Menurut majelis hakim, total uang yang didapat oleh Abubakar mencapai Rp 1,29 miliar. Duit itu berasal dari setoran 'bancakan' kepala dinas Rp 860 juta, pemberian mantan kepala BKPSDM Asep Hikayat Rp 95 juta, penerimaan dari Ahmad Dahlan dan Ade Komarudin masing-masing Rp 50 dan Rp 20 juta serta Rp 240 juta dari Bapelitbangda.

Uang itu digunakan untuk keperluan pencalonan istrinya Elin Suharliah pada Pilkada serentak 2018, dari mulai survei oleh lembaga survei hingga operasional. Istrinya Elin dan Maman Sulaeman didukung PDIP.

Namun menurut hakim uang yang terbukti diterima hanya Rp 485 juta rupiah. Abubakar pun diminta untuk mengembalikan uang tersebut. Abubakar langsung menerima vonis tersebut.

Selama ditahan di Lapas Sukamiskin, beberapa kali mantan politisi PDIP itu keluar masuk rumah sakit karena penyakit kanker darah yang diidapnya.

Pada pertengahan Mei lalu, Abubakar sempat dikabarkan meninggal dunia. Abubakar mengalami masa kritis dan dilarikan ke RS Borromeus. Saat itu, menurut pengacara Abubakar Iman Nurhaeman, kondisi Abubakar ngedrop hingga harus masuk high care unit (HCU). Abubakar disebutnya mengidap penyakit kanker darah.



Tonton juga video Sosok Sutopo di Mata Kepala BNPB: Bekerja dengan Hati:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Mantan Bupati Bandung Barat Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]

(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed