detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 11:53 WIB

PT Jasa Medivest Kantongi Izin Kelola 24 Ton Limbah Medis per Hari

Mukhlis Dinillah - detikNews
PT Jasa Medivest Kantongi Izin Kelola 24 Ton Limbah Medis per Hari Limbah medis/Foto: Istimewa
Bandung - PT Jasa Medivest resmi mengantongi izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengoperasikan incinerator II pengolahan limbah B3. Anak perusahaan BUMD PT Jasa Sarana itu akan mengelola 24 ton limbah medis per hari

Direktur PT Jasa Sarana Dyah SH Wahjusari mengatakan izin dari Kementerian LHK diterbitkan pada Rabu (10/7). PT Jamed dinilai memenuhi komitmen izin pengolahan limbah medis.

"Terima kasih atas kepercayaan kepada Jasa Sarana melalui PT Jasa Medivest (Jamed), sebagai upaya dalam melestarikan lingkungan. Khususnya melalui jasa layanan publik, pemusnahan limbah medis secara terpadu," kata Wahjusari via pesan singkat, Jumat (12/7/2019).

Dyah memastikan pihaknya terus berupaya agar sinergitas antar anak perusahaan terjalin secara profesional. Dia merujuk pembangunan Incinerator II di Plant Dawuan, Karawang buktinya

"Incinerator milik PT Jasa Medivest (Jamed) merupakan buah karya konstruksi dari PT Jabar Bumi Konstruksi (JBK)," jelas dia.

Direktur Operasi PT Jasa Medivest Ari Putrarto mengatakan mengatakan Incinerator II dapat efektif beroperasi setelah diterbitkannya Izin dari Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS. Dengan begitu, pihaknya bisa mengelola 24 ton limbah medis per hari.

"Dalam waktu dekat, kami akan melipatgandakannya dengan dimulainya kontruksi Incinerator III & IV Plant Dawuan, sehingga mampu membakar 48 ton per harinya," tutur dia.

Dengan menggunakan incinerator berbasis teknologi Stepped Heart Controlled Air dengan dua proses pembakaran. Ruang pembakaran bersuhu 1.000-1200 derajat celcius dilengkapi alat kontrol polusi udara.

Mesin pembakaran mampu menetralkan emisi gas buang seperti partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, CO, dioxin dan furan. Sehingga gas buang yang dikeluarkan dapat memenuhi parameter standar baku emisi internasional.

Pembangunan incinerator II di plant Dawuan bernilai investasi Rp 65 miliar dan konstruksinya dilaksanakan dalam waktu 10 bulan oleh PT Jabar Bumi Konstruksi.



(mud/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed