Pemkot Bandung Siapkan 7 Sekolah Menengah Pertama Rintisan Baru

Mochamad Solehudin - detikNews
Kamis, 04 Jul 2019 14:41 WIB
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyiapkan tujuh sekolah menengah pertama (SMP) rintisan baru. Hal itu sebagai upaya pemerataan mutu pendidikan.

Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kota Bandung Bambang Ariyanto menuturkan, tujuh sekolah rintisan baru itu terdiri dari SMP 59 di Cicabe untuk wilayah timur, SMP 60 di Ciburuy wilayah selatan, SMP 61 Cimuncang, SMP 62 Kebon Gedang di Kiaracondong, SMP 63 di Cihaurgeulis, SMP 64 di Sukajadi dan SMP 65 di Ciwastra.

"Disdik terus berupaya membuka sekolah rintisan (baru) sekalipun untuk mewujudkannya terbilang tidak mudah," katanya dalam rilis yang diterima, Kamis (4/7/2019).

Selain penyiapan sekolah rintisan, pihaknya juga sedang menyiapkan upaya peningkatan kualitas sekolah yang berada di wilayah perbatasan atau pinggiran, salah satunya pemerataan guru.

"Gurunya sedang dipetakan akan dirotasi mutasi. Kurang lebih 3.000 guru. Guru yang gradenya bagus akan dipindah ke sekolah pinggiran agar di sekolah pinggiran ada peningkatan mutu pelayanan pendidikan," ucapnya.

Bambang mengakui, saat ini pelayanan pendidikan di Kota Bandung belum maksimal. Termasuk mengenai keluhan yang disampaikan sejumlah orang tua siswa yang menggelar aksi demo pada Rabu (3/7/2019) kemarin.

Para orang tua siswa itu memprotes sistem zonasi pada PPDB 2019 yang dirasa merugikan. Namun pihaknya mengaku, hanya mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 51/2018 tentang PPPDB.

"Kalau zonasi kan Disdik landasannya sesuai Permendikbud Nomor 51/2018. Semuanya kabupaten kota wajib melaksanakan PPDB berbasis zonasi. Jadi ini kan tidak bisa ditolak," katanya.

Sementara terkait adanya keluhan soal jalur RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan), pihaknya menyatakan, terbentur dengan kuota sekolah. Saat ini, keberadaan SMP negeri di Kota Bandung hanya bisa menampung 40 persen lulusan SD.

"Nah kalau disalurkan ke negeri pasti berkenaan dengan kuota. Karena kuota PPDB SMP negeri sekarang hanya 16.000 siswa se-Kota Bandung. Sementara lulusan SD itu ada 40 persen. Kalau memaksa ingin ke negeri pasti semuanya tidak bisa terakomodir," ucapnya.




Simak Video "Seluruh Ortu Siswa SD di Boyolali Setuju Anaknya Sekolah Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/ern)