Saat ditemui di lokasi kejadian, Amah mengaku kaget rumahnya tiba-tiba terbakar. Saat bangun akan salat tahajud, Amah mendengar suara gemericik seperti hujan di atas genting.
Namun ketika ia keluar rumah untuk melihat hujan turun, Amah kaget ternyata api sudah membesar membakar bagian dapur rumahnya. Lalu Amah langsung berteriak minta tolong sehingga membangunkan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga langsung berdatangan untuk memadamkan api. Sebagian meminta bantuan pemadam kebakaran. Warga memadamkan api dengan ember dan alat seadanya. Menggunakan air kolam yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Tak lama kemudian 2 unit armada pemadam kebakaran tiba dan langsung memadamkan api.
"Yang kebakar bagian dapur habis semua dan sebagian tengah rumah. Kerugian sekitar Rp 20 juta," terangnya.
Tetangga korban Edi Yusmadi, mengaku saat ia masih terjaga mendengar Amah berteriak meminta tolong. Saat keluar ternyata api sudah membesar di bagian dapur milik Amah. Ia dan warga lainnya langsung berinisiatif memadamkan api menggunakan air kolam.
"Sekitar satu jam api berhasil dipadamkan. Untuk penyebab kebakaran kemungkinan dari pembakaran sampah di belakang dapur. Masih menyala lalu menyambar ke bilik dapur sampai api membesar," pungkasnya.
(ern/err)











































