"Dua ular itu sudah kami evakuasi," kata Toni Setiana, Bagian Fungsional Pengendali Ekosistem BBKSDA Jabar via pesan singkat, Minggu (30/6/2019).
Dua ekor ular tersebut dievakuasi, Rabu (24/6) lalu oleh petugas BBKSDA Jabar ke rumah warga Tubagus Ismail luas Asep (49) warga Kampung Bojongsari, RT 2 RW 2, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sanca Batik status tidak dilindungi dengan berat sekitar 11 kilogram dan panjang sekitar tiga meter. Sedangkan Siapa Bodo tatus dilindungi, dengan berat sekitar delapan kilogram dan panjang dua meter," ungkap dia
Ular yang ditemukan warga Senin (22/6) dan Selasa (23/6) lalu itu langsung dibawa ke Kantor Bilang KSDA Wilayah II Soreang dan nantinya akan dilepas liarkan kembali.
Ia menambahkan, kondisi ular tersebut dalam kondisi stres dan harus dilakukan perawatan agar kembali pulih.
"Sanca Batik masih agresif dan Sanca Bodo relatif diam, umumnya Sanca Bodo sangat peka atau rawan stres," tambahnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang menemukan satwa liar, baik ular ataupun lainnya segera laporkan kepada petugas BKSDA. Pelaporan bisa langsung dilakukan melalui Instagram BBKSDA Jabar.
"Segera amankan dan laporkan kepada kami," ujar dia.
Tonton Video Kerap Mangsa Ternak, Ular Piton Raksasa Ditangkap Warga:
(mud/mud)
