detikNews
Sabtu 29 Juni 2019, 17:44 WIB

Mereka lah di Balik Kesuksesan Pawai Kebudayaan Asia Afrika Festival 2019

Annisa Nursalsabillah - detikNews
Mereka lah di Balik Kesuksesan Pawai Kebudayaan Asia Afrika Festival 2019 Foto: Annisa Nursalsabillah
Bandung - Asia Afrika Festifal (AAF) tahun 2019 menampilkan pawai kebudayaan yang diisi oleh berbagai komunitas di Jawa Barat. Teriknya panas matahari tidak menghalangi langkah mereka untuk tetap tersenyum sambil menampilkan yang terbaik selama pawai berlangsung.

Pawai dilakukan sepanjang Jalan Asia Afrika dan ditonton oleh tamu undangan dari perwakilan 19 negara Asia Afrika, pejabat pusat dan daerah, hingga ribuan masyarakat Kota Bandung.

Kurang lebih 1.000 orang mengikuti pawai ini yang terbagi ke dalam 40 grup. Penampilan dimulai oleh para penari tradisional yang menari khusus di hadapan tamu undangan VVIP. Kebanyakan dari para penari merupakan remaja yang masih sekolah, di antaranya Juli, Rika dan Syahla yang merupakan anggota ekstrakulikuler Seni Tari Tradisional SMAN 1
Bandung.

"Ini pengalaman pertama kami tampil di Asia Afrika Festival jadi deg-degan juga soalnya dilihat sama pejabat-pejabat luar negeri," ujar mereka kepada detikcom di sela-sela Asia Afrika Festival, Jalan Asia Afrika, Sabtu (29/07/2019).

Tetapi mereka juga merasa bangga karena menjadi salah satu perwakilan dari sekolah. "Seneng banget, kami juga seminggu ini terus latihan buat acara hari ini," kata Juli.

Setelah penampilan tari tradisional selesai, pawai kebudayaan dimulai dari ujung jalan Asia Afrika.

Para grup dan komunitas menampilkan budaya khas mereka, seperti menari tarian tradisional, memainkan alat musik tradisional, barongsai, menunggang kuda, bersepeda, menggunakan baju daerah sampai ada yang membawa burung garuda raksasa. Baju-baju yang mereka gunakan pun sangat totalitas dengan beragam macam hiasan. Bahkan beberapa grup tidak menggunakan alas kaki selama mereka pawai karena menyesuaikan dengan kostum mereka. Meski menahan panas, mereka tetap menampilkan yang terbaik.


Mereka lah di Balik Kesuksesan Pawai Kebudayaan Asia Afrika Festival 2019Foto: Annisa Nursalsabillah

Kisah lain didapatkan dari Komunitas Sepeda Baheula Bandung. Komunitas yang kebanyakan anggotanya merupakan lansia ini, merasa bangga bisa menjadi bagian dari Asia Afrika Festival ini. Walaupun mereka sudah berumur, mereka masih kuat untuk bersepeda dan terus mengenalkan komunitas ini.

"Yang ikutan tadi 50 orang dari komunitas kami. Kami setiap tahun memang selalu mengikuti acara ini. Kalau tahun ini menurut saya berbeda, lebih rapi dan lebih ramai," ujar Biran Budiono (60), salah satu anggota komunitas Sepeda Baheula Bandung.

Komunitas ini juga selalu berkeliling Kota Bandung dengan sepeda tua mereka. Bagi mereka, umur bukan halangan untuk terus memperkenalkan budaya mereka.

Demi tampil maksimal, para komunitas dan grup mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Bahkan bagi komunitas yang datang dari luar Bandung harus datang sehari sebelumnya.

"Kami nyampe Bandung kemarin malam dari Garut, pakai kol buntung ini," ujar Asep Suryadi (55) selaku pembina komunitas Domba Garut.

Komunitas Domba Garut ini membawa kurang lebih 20 orang untuk mengikuti acara ini. Ada yang berperan menjadi dombanya dua orang, menjadi wasit dan menjadi bobotoh.

"Walaupun capek, jauh, menunggu lumayan lama, tapi saya senang. Dengan adanya acara ini, komunitas kami tidak akan mati dan lebih dikenal. Ini merupakan suatu ajang silutarahmi dan pelestarian budaya yang sangat baik," kata Asep.

Lain cerita dari komunitas United States of Bandung Percussion yang tampil di awal pawai dengan memainkan alat-alat perkusi.

"Persiapan kami kurang lebih satu minggu untuk acara ini. Rasanya bangga dapat mengikuti acara yang sebesar ini. Walaupun tadi berdiri panas nunggu hampir sejam, sambil bawa alat perkusi pula, tapi seneng sih, ditonton banyak orang," ujar Abem selaku pengurus komunitas united states of Bandung percussion.

Tanpa perjuangan para komunitas ini, acara Asia Afrika Festifal tidak akan menjadi meriah. Berkat mereka, para tamu undangan beserta masyarakat Kota Bandung merasa sangat
terhibur. Tak hanya itu, mereka memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam dan sangat unik.



Simak Video "Bandung Lautan Onthel, Bandung "
[Gambas:Video 20detik]

(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com