Kata Wakil Wali Kota Soal Pungutan 'Tol Baru Bandung' Dago-Punclut

Mochamad Solehudin - detikNews
Jumat, 28 Jun 2019 19:30 WIB
'Tol' di jalan alternatif Dago-Punclut, Kota Bandung, yang dipatok Rp 3.000 per kendaraan. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Sejumlah warga mempertanyakan pungutan di jalan perumahan Citra Green Dago terhadap kendaraan yang melintas. Pemkot Bandung turun menyelesaikan masalah tersebut.

Pungutan liar yang dilakukan pengelola perumahan tersebut dikeluhkan warga dan menjadi viral di media sosial. Jalan perumahan yang viral itu merupakan jalur alternatif menghubungkan kawasan Dago dengan Punclut.


Sebuah video yang diunggah Dodi Permana melalui media sosial Facebook pada 23 Juni 2019 lalu itu menjadi perbincangan. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu menggambarkan sistem pembayaran di gerbang masuk perumahan layaknya tol.

Seorang pengemudi yang hendak melintas ke kawasan perumahan itu dipungut biaya sebesar Rp 3.000. Dalam perbincangan yang dilakukan antara pengemudi dan petugas terdengar bila pungutan merupakan kebijakan dari perusahaan.

"Tol anyar (baru), izin PT DAM ti kantornya, Pak. Sakali ngaliwat (sekali melintas) Rp 3.000. Waduh pake kamera. Ini kompleks dulu yang izinnya bermasalah. Sekarang lewat sini bayar Rp 3.000 untuk menuju ke Punclut dari Dago," kata pengemudi yang ada dalam video.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku telah meminta Dishub untuk menyelesaikan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pihak pengelola sedang mengurus izin.


"(Saya) Minta Dishub ke sana. Jadi alasannya itu karena itu belum diserahkan fasos fasum (ke Pemkot masih aset mereka). Jadi katanya itu untuk parkir, karena di sana ada sekolah internasional, convention hall," kata Yana di Bandung, Jumat (27/6/2019).

Yana memaklumi niatan dari pihak pengelola. Apalagi, kata dia, aset atau jalan yang diributkan merupakan aset pribadi. Namun karena ada pungutan yang dilakukan pihaknya tetap meminta pengelola untuk mengurus izin.

"Kalau untuk parkir yang harus urus izin. Kalau jalannya kawasan mereka dan untuk parkir boleh. Rasanya ada regulasi asal mereka urus," ujarnya.

Simak Video "Tak Terima Ibunda Dianiaya, Pria di Bandung Barat Nekat Bacok Paman!"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/tro)