Heboh 'Tol Baru Bandung', Jalan Dago-Punclut Dipungut Rp 3.000

Mochamad Solehudin - detikNews
Jumat, 28 Jun 2019 18:58 WIB
'Tol' di jalan alternatif Dago-Punclut, Kota Bandung, yang dipatok Rp 3.000 per kendaraan. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung -
Sejumlah warga mempertanyakan jalan perumahan Citra Green Dago, Kota Bandung, yang melakukan pungutan terhadap kendaraan melintas. Pungutan liar yang dilakukan itu kemudian viral di media sosial.

Jalan perumahan yang viral itu dikenal sebagai jalur alternatif menghubungkan kawasan Dago dengan Punclut. Rute itu setiap harinya ramai dilintasi kendaraan terutama saat akhir pekan.


Sebuah video yang diunggah Dodi Permana melalui media sosial Facebook pada 23 Juni 2019 lalu itu menjadi perbincangan. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu menggambarkan sistem pembayaran di gerbang masuk perumahan.

Seorang pengemudi yang hendak melintas ke kawasan perumahan itu dipungut biaya sebesar Rp 3.000. Dalam perbincangan yang dilakukan antara pengemudi dan petugas terdengar bila pungutan yang dilakukan merupakan kebijakan dari pihak perusahaan.

"Tol anyar (baru), izin PT DAM ti kantornya, Pak. Sakali ngaliwat (sekali melintas) Rp 3.000. Waduh pake kamera. Ini kompleks dulu yang izinnya bermasalah. Sekarang lewat sini bayar Rp 3.000 untuk menuju ke Punclut dari Dago," kata pengemudi yang ada dalam video.

Foto: Mochamad Solehudin

Dia mempertanyakan izin yang dikeluarkan pihak pengelola untuk melakukan pungutan tersebut. Ternyata izinnya merupakan kebijakan dari perusahaan dan bukan dari Pemerintah Kota Bandung.

"Entah izinnya dari mana, ternyata izinnya dari PT-nya sendiri. Ini Bandung ini sudah mulai gila. Besok orang lewat jalan saya bisa lewat tol sendiri, izin ti RT. Tolong instansi terkait bertanggung jawab terhadap hal-hal semena-mena seperti ini, terima kasih," ujar pengemudi tersebut.

Pantauan detikcom di lapangan, Jumat (27/6/2019) sore, tampak terlihat pos pembayaran seperti dalam video. Namun saat ini tidak terlihat lagi petugas yang memungut biaya.

Sejumlah kendaraan baik roda dua dan empat juga melintas tanpa harus melakukan pembayaran. Palang pintu otomatis juga nampak dalam keadaan terbuka. Kendaraan lalu lalang tanpa dibatasi.

Foto: Mochamad Solehudin

Perwakilan manajemen perumahan Citra Green Dago, Dodi Hermawan menuturkan, sejak Senin (24/6/2019) pihaknya telah menghentikan sementara melakukan pungutan terhadap kendaraan yang melintas. Saat ini pihak manajemen tengah mengurus izin sistem jalan berbayar ke Pemerintah Kota Bandung.

"Udah diberhentiin mulai hari Senin. Kita lagi urus izin. Jadi kurang lebih itu kewenangan kita, tapi memang ada aturannya. Kita urus izinnya, izin parkir, sekarang lagi proses," ucapnya saat ditemui di sekitar perumahan Citra Green Dago, Kota Bandung, Jumat (27/6/2019).

Dia menjelaskan alasan pungutan yang dilakukan. Menurutnya sejak manajemen membuka akses menuju Punclut jumlah kendaraan yang melintas semakin tidak terbendung. Apalagi Punclut merupakan kawasan wisata yang tiap pekannya ramai dikunjungi wisatawan.

Kondisi itu, kata dia, cukup berdampak terhadap kondisi jalan perumahan. Setiap tahunnya pihak manajemen harus mengeluarkan anggaran cukup besar untuk memperbaiki jalan tersebut. Sementara prasarana, sarana dan utilitas (PSU) belum diserahkan ke Pemkot Bandung.

"Dari ujung jalan sana, dari Dago sampai Punclut itu tanahnya milik kita. Dulu belum terlalu ramai karena belum tembus. Nah seiring waktu perkembangan di Punclut kan ramai. Sedangkan dengan tonase berlebih dalam kondisi normal kerusakan jalannya sekarang semakin ramai, bisa setahun dua kali perbaiki. Itu dari kita sendiri (dananya)," ucapnya.


Selain itu, pihaknya juga sering mendapat keluhan dari penghuni perumahan ketika kondisi jalan rusak. Manajemen mau tidak mau melakukan perbaikan karena menjadi tanggung jawabnya.

"Ketika jalan rusak, ada warga kompleks. Nuntutnya ke siapa? Kan ke kita. Udah beli mahal, bayar mahal di sini. Ketika merasa fasilitas merasa kurang kan itu tidak bisa dibesokin atau dinanti-nanti. Saya juga jadi tersandera urusan sama mereka (penguhuni). Sementara cost-nya kan mahal," katanya.

Dia menegaskan, pungutan yang dilakukan bukan untuk mengambil keuntungan. Namun dana yang didapat itu akan digunakan perbaikan jalan. Karena bila terus menjadi beban perusahaan pihaknya cukup kewalahan.

"Biaya (pungutan) untuk pemeliharaan jalan ini. Gerbang ini juga untuk menjamin keamanan sebagai tanggung jawab kami bagi warga perusahaan," ucapnya.


Dodi menambahkan, selain kewalahan dengan kerusakan jalan pihaknya juga terganggu oleh kendaraan yang menggunakan knalpot bising. Hal itu menjadi keluhan warga perumahan. Sehingga pihaknya memasang rambu imbauan agar kendaraan berknalpot bising tidak melintas.

"Jadi kita kontrol juga agar kendaraan bising tidak melintas. Terutama saat malam," ucapnya.

Ia mengklaim, pembangunan perumahan itu telah membantu warga sekitar. Sejumlah akses dibuka untuk warga sekitar. Selama ini, diberlakukan jam buka tutup gerbang perumahan mulai pukul 06.00-10.00 WIB.


Simak Video "Tak Terima Ibunda Dianiaya, Pria di Bandung Barat Nekat Bacok Paman!"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/tro)