Asia Afrika Festival di Bandung Usung 'Solidaritas untuk Palestina'

Mochamad Solehudin - detikNews
Jumat, 28 Jun 2019 16:09 WIB
Besok, Asia Afrika Festival digelar di sekitar Gedung Merdeka Bandung. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Kemeriahan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-64 akan diisi dengan beragam kegiatan. Salah satunya Asia Afrika Festival (AAF) 2019 yang akan digelar pada Sabtu (28/6/2019) besok.

Sebanyak 19 negara sahabat di Asia dan Afrika seperti Jepang, Maroko, Tunisia, Sudan, Aljazair, Ethiopia, Irak, Palestina, Nigeria, Laos, Afganistan, Kuwait, Mesir, Afrika Selatan dan Myanmar akan hadir dalam acara tersebut.


Sejumlah suguhan menarik juga telah disiapkan oleh Pemkot Bandung sebagai penyelenggara demi memanjakan para tamu negara dan warga. Rencananya acara dimulai sekitar pukul 8.00 WIB, diawali historical walk dari Pendopo Kota Bandung menuju Palestine Walk di sekitar Alun-alun Bandung.

Selanjutnya, pada pukul 10.00-12.00 WIB di Jalan Asia Afrika akan digelar karnaval dari perwakilan beberapa kota/kabupaten dan negara sahabat. Diperkirakan akan ada 1.100 peserta memeriahkan acara tersebut.

Setelah itu, perwakilan delegasi dari beberapa negara sahabat dan tamu undangan akan mengikuti city tour ke beberapa tempat seperti Saung Angklung Udjo hingga berakhir di Taman Asia Afrika sekitar Kiaracondong.

"Persiapan (untuk acara besok) insyaallah sudah 99 persen," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Jumat (27/6/2019).


Yana menuturkan, peringatan dan kegiatan AAF 2019 mengusung tema 'Solidaritas Untuk Palestina'. Tema itu dipilih sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Palestina yang kini tengah menghadapi cobaan.

"Ini tentunya membuktikan bahwa Bandung sebagai pusat Asia Afrika bisa memberikan kontribusi. Karena memang tahun ini temanya Solidaritas Terhadap Palestina. Jadi kita ikut mendorong proses kemerdekaan Palestina," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Yana mengimbau agar masyarakat bisa ikut meramaikan acara besok. Dia juga tetap meminta masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban lalu lintas.

"Jalan Asia Afrika buka tutup lah ya, enggak ada kita tutup permanen. Tapi sekeliling masyarakat yang mau nonton memanfaatkan kantong-kantong parkir yang ada di sekitar wilayah acara, ya alun-alun cukup banyak lah. Jadi nikmati saja Asia Afrika Festival ini, tertib aja gitu," katanya.

Selain itu, Yana berharap banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat pasca event ini. Terutama dari sisi ekonomi.

"Kalau sepintas kan kegiatan ini okupansi hotel di sekitar situ kan penuh, ya mudah-mudahan ini bisa jadi trigger untuk pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Simak Video "Wisata Edukasi di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/tro)