detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 19:07 WIB

Waspada! Kajari Karawang Gadungan Peras Terperiksa Kasus Korupsi

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Waspada! Kajari Karawang Gadungan Peras Terperiksa Kasus Korupsi Kajari Karawang Rohayatie memperlihatkan nomor telepon yang mengaku sebagai dirinya. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Masyarakat Karawang diminta waspada terhadap penelepon gelap yang mengaku sebagai orang Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang. Sebab ada dua orang penelepon sedang melancarkan aksi tipu-tipu memanfaatkan wewenang Kajari dan Kasipidum untuk memeras korban.

"Saya tidak pernah menelepon siapapun apalagi meminta uang. Lagian itu bukan nomor saya," kata Rohayatie, Kajari Karawang kepada detikcom di ruang kerjanya, Kamis (27/6/2019).


Rohayati menuturkan, dua penipu itu adalah seorang perempuan dan seorang pria. Penelepon perempuan mengaku sebagai Rohayatie dan penelepon pria mengaku sebagai Prasetyo, Kasipidsus Kajari Karawang. "Mereka menelepon terperiksa dan menakut-nakuti jika pihak yang diperiksa akan di-SP3. Padahal itu tidak benar," kata Rohayatie.

Rohayatie menuturkan dua penipu itu menggunakan nomor telepon 082191751955 dan 082191752022. Modus penipu itu terungkap saat seorang terperiksa mengkonfirmasi langsung kepada Rohayatie.

"Seorang terperiksa konfirmasi ke saya, dia tanya, 'Ibu Bajari telepon tidak?'. Dia tahu suara saya, dan penelepon suaranya dan logatnya beda dengan saya," tutur Rohayatie.


Saat ini, Rohayatie sudah meminta bantuan kepada polisi untuk melacak dua nomor tersebut. Hasilnya, dua penipu terlacak berada di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. "Saya minta seluruh terperiksa di Kejaksaan dan masyarakat waspada terhadap penipuan ini," kata dia.

Saat ini Kejaksaan Negeri Karawang sedang menyelidiki dugaan kasus penyimpangan tunjangan guru di Karawang. Sebanyak 8 orang pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah dimintai keterangan.

"Untuk materi pokok pemeriksaan belum bisa kita sampaikan karena ini masih dalam proses penyidikan. Tunggu saja, apakah dari proses penyidikan ini ada atau tidaknya tindak pidana korupsi," ujar Kajari.


Dijelaskan juga, dugaan penyimpangan dana tunjangan profesi guru itu terjadi tahun 2017 dan 2018. "Siapa saja pejabat yang terlibat? Nanti lihat saja perkembangannya. Biarkan kami bekerja dulu," timpal Kasipidsus Prasetyo.

Menurut dia, guna mengungkap kasus itu, Kejari Karawang telah membentuk tim dari Seksi Intelijen dan Pidsus. Tim masih terus bekerja dan mencari bukti ada atau tidaknya kerugian negara.



Simak Video Antasari: KPK Perlu Perbaikan:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Gunung Cengkik dan Sirnalanggeng Terbakar, Petugas dan Warga Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]

(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com