detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 11:36 WIB

Kisah Pasangan Lansia Lumpuh di Ciamis Luput Perhatian Pemerintah

Dadang Hermansyah - detikNews
Kisah Pasangan Lansia Lumpuh di Ciamis Luput Perhatian Pemerintah Pihak keluarga saat mengurus Endi (70) dan Sursih (60). (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Pasangan lansia, Endi (70) dan Sursih (60), lumpuh sejak setahun terakhir. Hingga kini suami-istri tanpa anak tersebut hanya bisa terbaring dan duduk di atas kasur tengah rumahnya, Dusun Ciwahangan, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sejauh ini keduanya luput dari perhatian pemerintah. Saat detikcom ke rumah panggungnya, Jumat (14/6/2019), ada dua orang, salah satunya ialah keponakan Endi, yang saban hari biasa menjaga dan merawat Endi-Sursih.

Eni Herni (45), keponakan Endi, menjelaskan bibi dan pamannya menderita lumpuh sudah beberapa tahun. Namun setahun belakangan ini keduanya sudah tak bisa beraktivitas.

Eni menceritakan, Sursih awalnya oleh dokter didiagnosa mengalami struk ringan setelah mengeluh sakit kaki dan lutut. Sakitnya lalu bertambah parah, ternyata ia mengalami pengeroposan tulang. Sedangkan Endi menderita darah tinggi hingga akhirnya lumpuh. Ditambah saat masih usaha jual-beli material bangunan ia mengalami kecelakaan, tubuhnya sempat terjepit badan kendaraan.

"Kalau lumpuhnya sudah lama, tapi sampai tak bisa kemana-mana, hanya tidur di kasur setiap hari. Sudah ada satu tahun kondisi ini," ujar Eni.

Kisah Pasangan Lansia Lumpuh di Ciamis Luput Perhatian PemerintahPasangan lansia, Endi (70) dan Sursih (60), lumpuh sejak setahun terakhir. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Sehari-hari Eni mengurus paman dan bibinya dengan memberikan makan. Untuk berobat, sambung dia, biasa dilakukan seminggu sekali dengan mendatangkan mantri, biayanya dari Eni dan simpanan milik Endi sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu sekali berobat.

Eni mengaku tak keberatan mengurus Endi dan Sursih, namun ia juga termasuk dari keluarga sederhana. "Kalau dulu sempat ke beberapa dokter untuk berobat, tapi sekarang ke mantri selain keterbatasan biaya juga kalau mantri bisa dipanggil ke rumah," ujarnya.

Dulu keduanya tinggal di Desa Sukamulya, Baregbeg. Lantaran tak ada yang mengurus, mereka pindah ke Ciwahangan. Eni mengungkapkan program bantuan dari pemerintah belum menyentuh pasangan lansia tersebut.

"BPJS tidak ada, bantuan lainnya memang tidak ada. Mungkin keduanya masih tercatat warga Desa Sukamulya tapi tinggal di Baregbeg, jadi dua desa itu tidak ada yang ke sini menengok atau mengurus bantuan," ucap Eni.

Ia berharap uluran tangan dermawan untuk membantu meringankan penderitaan suami-istri itu. Serta menanti bantuan dari program pemerintah, terutama untuk biaya pengobatan.

"Harapannya keduanya segera sembuh seperti sebelumnya. Juga ingin sekali mendapat bantuan supaya lebih meringankan untuk biaya pengobatan," kata Eni.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed