detikNews
Rabu 12 Juni 2019, 15:16 WIB

Melihat Tradisi Warga Cuci Karpet Masjid di Sungai Sungapan Bandung

Wisma Putra - detikNews
Melihat Tradisi Warga Cuci Karpet Masjid di Sungai Sungapan Bandung Aktifitas mencuci karpet masjid di Bendungan Sungai Sungapan, Soreang, Kabupaten Bandung, itu rutin dilakukan warga setelah libur lebaran. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung - Pasca lebaran, puluhan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencuci karpet di aliran Sungai Sungapan yang berada di Kecamatan Soreang.

Pantauan detikcom Rabu (12/6/2019), puluhan warga itu mencuci karpet di aliran sungai yang kondisi masih jernih tepatnya berada di Bendungan Sungapan, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang.


Mencuci karpet di aliran sungai tersebut sudah menjadi tradisi turun temurun warga yang biasa dilakukan setelah lebaran. Tidak hanya warga Soreang, warga di luar Soreang pun sengaja datang ke sungai tersebut hanya untuk mencuci karpet.

"Sudah biasa, setiap tahun mencuci karpet masjid di sini," kata Mamat Rahmat (50) warga Margahayu saat mencuci karpet di Sungai Sungapan.
Melihat Tradisi Warga Cuci Karpet Masjid di Sungai Sungapan BandungFoto: Wisma Putra
Usai dicuci, karpet-karpet itu dijemur di pagar yang mengelilingi Bendungan Sungai Sungapan. Hampir seluruh pagar yang ada di bendungan tersebut dipenuhi karpet yang sudah dicuci.

Sedikitnya ada 20 lembar karpet masjid yang terlihat sedang dijemur. Masing-masing memiliki panjang 5-10 meter. Karena jarak antara masjid dan sungai jauh, Mamat membawa karpet-karpet tersebut dengan menggunakan mobil bak terbuka.

"Iya sengaja cuci di sini, kalau ke laundry repot. Selain itu kalau di kota susah air, kalau di sini tempatnya enak, airnya bersih, tempat menjemurnya juga luas," ucapnya.
Melihat Tradisi Warga Cuci Karpet Masjid di Sungai Sungapan BandungFoto: Wisma Putra
Tidak hanya Mamat, warga luar Kabupaten Bandung juga datang ke sungai tersebut untuk mencuci karpet. Selain digunakan untuk mencuci, anak-anak juga asyik berenang di aliran sungai tersebut.

Menurut Mamat, ia bersama pengurus DKM masjid di kampungnya datang sejak Pukul 7.00 WIB pagi. Pulang, setelah karpet kering. "Tunggu sampai karpet kering saja, datang ke sini pagi-pagi. Biasanya pulang sore, pokoknya tunggu karpet kering," ujarnya.

Sambil menunggu karpet kering, warga tersebut menggelar tikar di bawah pohon yang ada di kawasan Bendungan Sungai Sungapan untuk makan bersama.

"Botram (makan bersama) dulu, sambil menunggu karpet kering," ujar Mamat.
(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed