detikNews
Senin 10 Juni 2019, 20:25 WIB

Alat Pemadam Api di Pasar Kota Bandung Sering Raib Dicuri

Tri Ispranoto - detikNews
Alat Pemadam Api di Pasar Kota Bandung Sering Raib Dicuri Foto: Ilustrasi oleh : Edi Wahyono/detikcom
Bandung - Dalam waktu kurang satu bulan, dua pasar kelas A di Kota Bandung mengalami kebakaran. Keduanya terdiri Pasar Kosambi dan Pasar Ujungberung.

Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Andri Salman mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi kebakaran. Salah satunya dengan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di sejumlah tempat strategis dalam pasar.


Menurut Andri, setiap pasar telah dilengkapi dengan alat tersebut. Hanya saja setiap kali dipasang selalu hilang digondol pencuri. Contohnya di Pasar Ujungberung.

"APAR itu kita tempatkan di ruang dagang sebagaimana mestinya. Tapi sering hilang karena tidak ada yang mengawasi. Akhirnya seperti di Ujungberung ini APAR disimpan di kantor untuk menghindari pencurian. Tapi kan itu artinya ada jeda penanganan kalau sedang dibutuhkan," ucap Andri kepada detikcom di Pasar Ujungberung, Senin (10/6/2019).

Ke depan, menurut Andri, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan baru terkait penyediaan APAR. Nantinya setiap pemilik ruang dagang yang akan melakukan registrasi tahunan harus memiliki APAR dan tempat sampah. Sebab selain APAR, tempat sampah di pasar pun sering hilang.


Ia menjelaskan dua benda tersebut menjadi syarat yang harus dipenuhi setiap pemilik ruang dagang di 37 pasar Kota Bandung. Jika tidak dipenuhi, registrasi tahunan akan ditolak oleh pemerintah.

"PD Pasar tidak akan mengarahkan pedagang beli dua benda itu di mana, silakan beli sendiri. Nanti kalau diarahkan dianggap menjadi 'bisnis' PD Pasar. Silakan saja, yang penting dua benda itu ada, minimal APAR dan tempat sampah kecil yang biasa buat di kendaraan," tutur Andri.

Selain itu, kata Andri, Diskar PB Kota Bandung telah mengajukan surat kepadanya untuk asesmen 37 pasar. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat bahaya pasar terhadap kebakaran.


Secara bertahap asesmen juga akan dilaksanakan Distaru Kota Bandung berkaitan kelayakan dan pemeriksaan keselamatan suatu bangunan. "Asesmen ini segera dilakukan pada semua pasar. Karena mumpung baru beres Lebaran, aktivitas pasar masih relatif sepi," ujar Andri.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed