detikNews
Senin 10 Juni 2019, 19:54 WIB

Warga Pungut Duit Pengendara yang Lewat Jalan 'Tikus' di Indramayu

Sudirman Wamad - detikNews
Warga Pungut Duit Pengendara yang Lewat Jalan Tikus di Indramayu Pengendara motor yang melewati jalan 'tikus' di Indramayu dimintai sumbangan oleh warga. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Indramayu - Sejumlah u-turn atau putaran arah di sepanjang jalur pantura Indramayu ditutup selama arus mudik dan balik Lebaran 2019. Salah satu di pertigaan lampu merah PJR Jatibarang. Imbasnya, masyarakat harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk putar arah.

Banyak pengendara sepeda motor memilih melewati jalan 'tikus' atau pintas dibandingkan menempuh jarak yang jauh untuk memutar. Jalan pintas itu berada di Blok Bentara Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Imbasnya aktivitas masyarakat di jalan tersebut meningkat.

Masyarakat Blok Bentara Jatibarang Baru pun mencari keuntungan dari banyaknya kendaraan yang melintas. Ya, masyarakat sekitar berburu rupiah atau meminta uang kepada para pengendara motor yang melintas di jalan 'tikus' itu.

Wasrim (50), salah seorang warga Blok Bentara Jatibarang Baru mengatakan, uang hasil sumbangan para pengendara yang melintas itu diklaim untuk perayaan penghormatan kepada leluhur Blok Bentara Desa Jatibarang Baru. Namanya Buyut Bentara.

"Ini bukan untuk pribadi. Hasilnya buat acara Buyut Bentara. Ya minta sumbangan ini dilakukan sejak arus mudik dan balik, dua hari lagi juga selesai," kata Wasrim saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/6/2019).

Warga Pungut Duit Pengendara yang Lewat Jalan 'Tikus' di IndramayuWarga memungut uang atau meminta sumbangan kepada pengendara sepeda motor yang melintas jalan 'tikus' di Indramayu. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Wasrim mengaku ikhlas kesehariannya disibukkan untuk mencari dana sumbangan demi terselenggaranya perayaan Buyut Bentara. Menurur Wasrim tak lebih dari seperempat dari hasil sumbangan yang terkumpul setiap harinya digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang turut membantu. Seperti memberli rokok dan minum.

"Mayoritas orang tua. Kita kedepankan sopan santun, jangan memaksa. Jangan ada yang dirugikan," ucap Wasrim.

Perayaan penghoramatan terhadap leluhur Buyut Bentara itu, dikatakan Wasrim merupakan tradisi tahunan masyarakat Jatibarang Baru. Dana yang dikeluarkan tak hanya bersumber dari sumbangan pengendara yang melintas di jalan pintas, namun pihaknya juga meminta sumbangan dari masyarakat setempat.

"Kalau ini kan buat tambahan saja istilahnya mah. Paling dapat Rp 200-300 ribu per hari. Nanti ada juga sumbangan warga, per karta keluarga (KK) sekitar Rp 100 ribu," tutur Wasrim.

Selain itu, lanjut Wasrim adanya warga yang memintas sumbangan di jalan pintas meminimalisir pengendara nakal, yang nekat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. "Bahaya, ini kan banyak orang. Antisipasi kecelakaan juga," katanya.

Sementara itu, salah seorang pengendara Anas (28) mengaku risih dengan adanya sejumlah orang yang meminta sumbangan di jalan. Pasalnya, tak ada pemberitahuan sumbangan tersebut digunakan untuk apa.

"Ya harusnya ada tulisannya gitu. Jadi enggak terkesan buat pribadi, kalau iya itu untuk sumbangan. Kurang elok saja, pakai kupon atau apa lah gitu, biar pas," ujar Anas.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed