Libur Lebaran, Target Retribusi Wisata di Pangandaran Capai Rp 5 M

Andi Nurroni - detikNews
Kamis, 06 Jun 2019 12:44 WIB
Pengelola menargetkan retribusi wisata di Pangandaran selama libur lebaran capai Rp 5 miliar. (Foto: Andi Nurroni/detikcom)
Pangandaran - Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai dibanjiri wisatawan sejak Rabu (5/6/2019) sore. Puncak kunjungan diprediksi terjadi mulai H+2 nanti.

Pantauan detikcom hingga Kamis (6/6/2019) siang kunjungan masih didominasi pengguna mobil pribadi dan sepeda motor. Mereka umumnya dari wilayah terdekat seperti Banjar, Ciamis, Tasikmalaya serta warga lokal Pangandaran sendiri.


Ketua Tim Khusus Pemungut Retribusi Wisata Dadan Sugistha mengatakan kenaikan wisatawan terjadi mulai H+1 dan diprediksi mencapai puncaknya pada H+3 hingga H+6.

Musim libur Lebaran tahun ini, kata Dadan, pihaknya menargetkan retribusi wisata sebesar Rp 3-5 miliar dari total target Rp 28,5 miliar tahun ini. Pendapat tersebut, kata Dadan, bersumber dari lima obyek wisata yang dikelola Pemkab Pangandaran yakni Pantai Pangandaran, Pantai Batukaras, Pantai Karapyak, Pantai Batuhiu dan Green Canyon.

"Personel retribusi kita siapkan 87 orang. Insyaallah tercapai," ujar Dadan.


Demi menekan pengunjung tak bertiket, Pemkab Pangandaran menutup sejumlah akses masuk tak resmi atau biasa disebut 'jalan tikus' ke kawasan wisata Pantai Pangandaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Saepuloh menuturkan penutupan dilakukan pada beberapa jalan tikus. Salah satunya adalah jalan masuk melalui lahan Grand Pangandaran dari Jalan Raya Pangandaran-Cijulang.

"Jalur itu celah paling besar. Kita tutup pakai water barrier, kita hanya sisakan akses untuk sepeda motor warga," ujar Saepuloh.
Libur Lebaran, Target Retribusi Wisata di Pangandaran Capai Rp 5 MFoto: Andi Nurroni
Saepuloh mengatakan pada pengamanan lebaran tahun ini, pihaknya menyiapkan 100 personel yang bertugas di pos-pos pengamanan dan titik-titik parkir.

Jika terjadi kemacetan di zona wisata seperti tahun-tahun sebelumnya, kata Saepuloh, disepakati pemberlakuan rekayasa lalulintas.

"Kendaraan besar kita arahkan parkir di Pasar Wisata dan Lapangan Katapang Doyong. Kalau macet, kita putarkan arah keluar melalui Pintu Cikembulan," kata Saepuloh. (tro/tro)