Ratusan Tenda Jemaah Iktikaf Berdiri di Masjid Habiburahman Bandung

Mochamad Solehudin - detikNews
Minggu, 02 Jun 2019 03:22 WIB
Ratusan tenda berdiri di Masjid Habiburahman Bandung. Tenda didirikan oleh para jemaah selama menjalani iktikaf. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Di tengah kesunyian malam, lantunan ayat suci Alquran mengalun indah di Masjid Raya Habiburahman, Kota Bandung, Sabtu (1/6/2019). Suasana tenang dan nyaman begitu terasa di masjid yang menjadi salah satu tempat iktikaf favorit di Kota Bandung.

Ribuan jemaah selalu memadati area masjid, terutama saat memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan. Di area masjid seluas kurang lebih 4.363 m2 itu jemaah kerap berkemah mendirikan tenda demi menjemput malam lailatul qadar.
Foto: Mochamad Solehudin
Saat detikcom mencoba melihat secara langsung kegiatan yang berlangsung di masjid tersebut, sejumlah jemaah terlihat sibuk menghabiskan malam dengan membaca ayat suci Alquran dan sebagian lagi memilih beristirahat sebelum bersiap untuk salat malam.

Tampak tenda warna-warni milik jemaah telah banyak berdiri di area pelataran masjid. Ada juga jemaah yang tidur beralaskan tikar atau karpet lengkap dengan bantal dan selimut. Sementara di bagian luar masjid, terlihat para pedagang makanan dan lainnya sibuk menjajakan dagangannya.


Ketua Harian DKM Masjid Habiburahman Indra Wirasenjaya menuturkan iktikaf di Masjid Habiburahman memang selalu dipadati oleh ribuan jemaah. Hampir setiap tahun jemaah yang datang dan berkemah di masjid tersebut selalu bertambah.

Pada Ramadhan tahun ini saja, kata dia, kurang lebih ada 300 tenda yang didirikan. Tenda-tenda tersebut didirikan oleh jemaah yang sengaja datang untuk memaksimalkan waktu beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan.

"Kalau pasang tenda sekarang ini ada sekitar 300 lebih. Ini jumlahnya lebih banyak dari tahun kemarin," kata Indra saat ditemui di lokasi.
Foto: Mochamad Solehudin
Menurutnya jemaah yang datang tidak hanya berasal dari Kota Bandung saja. Tapi juga dari daerah-daerah lain bahkan dari luar Pulau Jawa, seperti dari Maluku, Sumatera dan daerah lainnya.

Dia menuturkan, kegiatan iktikaf di Masjid Habiburahman ini sudah berlangsung belasan tahun. Berbagai kegiatan Ramadhan dengan konsep ibadah penuh, seperti Salat Tarawih satu juz bacaan Alquran dan dua sampai tiga juz untuk salat malam. Selain itu juga ada kajian atau ceramah keagamaan.


Kegiatan itu ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Setiap tahun jumlah jamaah yang datang selalu bertambah. Akhirnya pihak panitia memberi kesempatan kepada jemaah untuk mendirikan tenda. "Dan tahun 2010 makin banyak dan semakin booming," ucapnya.

Saat ini, kata dia, Masjid Habiburahman sering dikenal sebagai salah satu tempat wisata religi di Kota Bandung. Bahkan beberapa pejabat di Jabar juga sempat mengikuti kegiatan iktikaf seperti mantan Gubenur Jabar Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Oded M Danial.

"Kalau Pak Ridwan Kamil tahun sekarang belum ke sini. Mudah-mudahan ke depan," katanya.


Dia menambahkan, iktikaf di Masjid Habiburahman juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dari magrib sampai subuh. Setelah santap sahur para jemaah mengikuti salat berjemaah disusul kajian. Pagi harinya, waktu duha belajar tahsin. Saat zuhur ada kajian tematik dilanjutkan pelajaran ilmu hadis setelah Salat Asar.

"Magrib buka bersama, setelah isya ada ceramah dilanjutkan tarawih satu juz sampai jam 9 malam. Jam 10-12 malam lampu dimatikan untuk memberi waktu istirahat. Terus bangun untuk qiyamul lail dari pukul setengah 12 malam atau jam satu sampai 3.30 pagi," ucapnya.

Untuk memudahkan para jemaah, pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas. Mulai dari katering hingga jasa cuci pakaian. "Kita juga siapkan tenaga medis. Kebetulan kan ini masjidnya PT DI (Dirgantara Indonesia). Di PT DI ada poliklinik. Jadi kita di back up juga," ucapnya.
Foto: Mochamad Solehudin
Salah seorang jemaah Denis (25) mengaku sengaja datang ke Masjid Habiburahman untuk mengikuti iktikaf. Meski tidak mendirikan tenda, tapi dia selalu ikut salat malam dan beberapa kegiatan keagamaan lainnya di masjid tersebut.

"Saya kebetulan tidak mendirikan tenda, tapi saya suka datang ke sini," katanya.

Dia mengaku senang ikut kegiatan di Masjid Habiburahman terutama untuk mengikuti qiyamul lail. Dia bahkan bisa khatam Alquran dalam 10 hari selama mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. (mso/tro)