detikNews
Kamis 30 Mei 2019, 13:32 WIB

Jalur KA Selatan Sudah Bisa Dilalui, Namun Kecepatan Diperlambat

Mukhlis Dinillah - detikNews
Jalur KA Selatan Sudah Bisa Dilalui, Namun Kecepatan Diperlambat Foto: Wisma Putra
Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop II Bandung memastikan jalur kereta api lintas selatan sudah dapat dilalui. Sebelumnya jalur ini sempat terhenti akibat kereta api Lodaya tambahan anjlok di kawasan Nagreg.

"Jalur kereta api lintas selatan sudah bisa dilalui. Pukul 01.45 WIB lokasi di kilometer 193+0 antara stasiun Lebakjero dan stasiun Nagreg sudah bisa dilewati. Atas terganggunya operasional kereta api ini, kami mohon maaf," ucap Manager Humas Daop II Bandung Noxy Citrea dalam keterangannya, Kamis (30/5/2019).

Meski sudah dapat dilalui, Noxy mengatakan ada pembatasan laju kereta api. Kecepatan diatur hanya 10 kilometer per jam.

"Ada pembatasan kecepatan 10 kilometer per jam dan kereta pertama yang lewat adalah kereta api Kutojaya Selatan tambahan," kata dia.

Noxy mengatakan imbas dari anjloknya kereta api Lodaya tambahan kemarin mengakibatkan 7 perjalanan kereta api terganggu. Ke-7 kereta api tersebut terpaksa menggunakan jalur lintas utara menuju Purwakarta - Cikampek - Cirebon - Purwokerto - Kroya dan kembali menuju jalur lintas selatan.

"Kereta-kereta yang memutar adalah KA Turangga, KA Lodaya reguler, KA Mutiara Selatan, KA Malabar, KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, dan KA Lodaya tambahan. Akibat pola operasi yang berubah ini, maka kereta-kereta tersebut akan mengalami keterlambatan datang ke tujuan," kata dia.

Terkait penyebab anjloknya kereta api Lodaya tambahan kemarin, Noxy menyebut saat ini masih dalam proses penyelidikan.

"Dugaan penyebab anjloknya KA Lodaya tambahan, bahwa hal tersebut masih dalam penyelidikan. Namun dipastikan bahwa petugas PT KAI semuanya siaga untuk menjamin kelancaran angkutan lebaran," kata Noxy

Peningkatan volume kendaraan itu merupakan imbas dari one way karena kendaraan yang melintas tol menuju arah Jakarta dialihkan ke pantura. Kendaraan roda empat, seperti bus memadati pantura.


Simak Juga 'Mengintip Kemewahan Kereta Sleeper Luxury':

[Gambas:Video 20detik]


(mud/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed