Hal itu dikatakan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna usai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pusat perbelanjaan.
"Persediaan kepokmas (kebutuhan pokok masyarakat) aman, namun ada beberapa komoditi yang harganya naik hingga 15 persen, terutama daging ayam," kata Ajay saat ditemui di sela inspeksi di Pasar Atas, Kota Cimahi, Rabu (29/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga telur juga mulai naik, tapi tidak setinggi daging ayam laju kenaikannya, permintaan cukup meningkat tapi memang kenaikannya tidak setajam tahun lalu," katanya.
Ajay mengatakan, saat ini pihaknya masih menelusuri penyebab kenaikan harga ayam. Pasalnya, stok persediaan ayam melimpah saat ini. "Indikator naiknya harga ada dua, yakni ketersediaan dan permintaan, makanya ini naiknya di mana, apakah di penjual atau di mananya," ungkap Ajay.
Pantauan detikcom, Ajay memeriksa kepada sejumlah kios di Pasar Atas, mulai dari kios beras hingga daging. Ia pun berbincang dengan sejumlah pedagang untuk memastikan ketersediaan barang sekaligus menanyakan harga jualnya.
Untuk harga lainnya, seperti beras Ajay menyebut masih cenderung stabil. Beras medium diecer Rp 10.500 perkilogram, sementara beras premium diecer Rp 13 ribu perkilogram. "Beras aman, tidak begitu naik karena ketersediaan barangnya masih banyak," katanya.
Selain meninjau ke sejumlah pasar tradisional, Ajay juga melakukan pemeriksaan ke pasar modern di Jl Amir Machmud. "Harga gula, beras dan yang lainnya masih stabil, stoknya juga banyak," katanya. (ern/ern)











































