Ini yang Harus Diwaspadai Pemudik di Jalur Sukabumi-Bogor

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 28 Mei 2019 11:10 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Arus mudik diperkirakan akan mulai terjadi mulai terjadi mulai pekan ini. Ribuan kendaraan diperkirakan akan melalui lintasan utama Puncak, Bogor - Sukabumi.

Ketika terjadi kepadatan menuju Puncak Bogor, nantinya kendaraan akan diarahkan menuju kantong jalur alternatif via Sukabumi untuk menuju Cianjur dan Bandung. Menghadapi lonjakan arus kendaraan tersebut, Polres Sukabumi telah melakukan pemetaan titik rawan macet yang nantinya akan dilintasi para pemudik.

Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Galih Bayu mengatakan sedikitnya ada empat titik rawan macet yang harus diwaspadai pemudik mulai dari kawasan 'botlle neck' pasar tradisional, perlintasan pabrik hingga sejumlah persimpangan jalan.

"Kawasan Bottle Neck atau penyempitan jalur berpotensi menghambat laju kendaraan, aktivitas pasar tradisional dan angkutan umum yang berhenti sembarangan di wilayah Cicurug, Parungkuda dan Cibadak. Berlanjut pada persimpangan jalan Simpang Ratu, pertigaan arah Cibadak menuju Palabuhanratu," kata Galih kepada detikcom, Selasa (28/5).

Kawasan Pabrik di Jalur Utara

Kawasan yang mesti diwaspadai lainnya adalah perlintasan pabrik di jalur utara, meskipun hanya pada jam-jam tertentu dan bersifat kondisional namun dampak kemacetan bisa dirasakan pasca aktivitas buruh datang dan pulang dari tempatnya bekerja.

"Sifatnya kondisional hanya saat aktivitas buruh saja, namun seiring pemberlakuan libur oleh pabrik terhadap pekerjanya maka kemacetan tidak akan terjadi. Agar tidak terjebak kemacetan di kawasan ini pengendara bisa mengantisipasi dengan memilih waktu untuk melintasi titik-titik pabrik, mulai dari jam 08.30 WIB - 09.00 WIB pagi hingga sore sekitar pukul 16.30 WIB dan berlanjut setelah pukul 18.00 WIB," jelas Galih.

Angkot Ngetem Sembarangan

Angkot kerap sembarangan naik dan turunkan penumpang di titik macet di kawasan pasar tradisional, banyak pengendara mengeluhkan angkot kerap ngetem atau berhenti sembarangan dan berbalik arah secara tiba-tiba. Mengantisipasi titik ini kepolisian akan menambah penempatan personelnya di tempat-tempat tersebut.

"Kita akan menambah personel dan penempatan cone-cone sebagai pembatas jalur agar kendaraan bisa memutar arah di titik yang ditentukan, soal ngetem nanti kita koordinasikan juga dengan Dishub agar angkot tidak terlalu lama saat naik dan turunkan penumpang," ungkapnya.

Sementara itu, selama mudik lebaran Polres Sukabumi akan mengerahkan sedikitnya 600 personel di lintasan rawan macet dan rawan kecelakaan. Jalur ekstrim lintasan U Cikidang juga akan dijaga personel yang akan memandu pengendara ketika melintasi jalur tersebut.

"Ada penempatan pos di Cikidang, ini sebenarnya tiap tahun ada. Petugas memandu dan membantu pengendara yang melintasi jalur ini mulai dari Pos Elang di simpang Cikidang, kalau untuk keseluruhan ada 600 personel dibantu relawan dan Dishub di titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan," tuturnya. (sya/ern)