detikNews
Kamis 23 Mei 2019, 16:23 WIB

Habib Bahar Cerita Detik-detik Kengerian Saat Aniaya 2 Remaja

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Habib Bahar Cerita Detik-detik Kengerian Saat Aniaya 2 Remaja Habib Habar bin Smith saat mengikuti sidang. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Habib Bahar bin Smith mengakui telah menganiaya Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Bahar turut mengungkapkan detik-detik penganiayaan itu dilakukan.

Bahar awalnya mengaku mendapatkan informasi melalui ponselnya terkait kedua korban mengaku-ngaku sebagai dirinya di Bali dan mendapat uang dari seseorang bernama Amir. Bahar lantas mengaku hendak tabayun bertemu dengan kedua korban.

Selanjutnya Bahar mengunggah foto korban yang dikirimkan Amir ke grup WhatsApp 'Pecinta Sayid Bahar' dan menanyakan alamatnya.

"Ada yang jawab tahu, ada yang tidak tahu dan ada yang bilang akan cari tahu. Saat itu Habib Basith (terdakwa lain) tahu. Saya lalu telepon Habib Basith. Saya ingin tahu rumahnya di mana supaya saya bisa panggil agar dia datang ke rumah saya bertabayun," ucap Bahar dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (23/5/2019).


Basith lantas diminta Bahar untuk mengajak Cahya ke tempatnya di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin. Bahar meminta agar ajakan dilakukan dengan sopan bahkan meminta orang tuanya untuk diajak.

Singkat cerita, Cahya datang ke ponpes tersebut dibawa oleh Basith menggunakan mobil pribadi Bahar. Sesampainya di ponpes, Bahar mengajak Cahya dan ortunya ke aula. Bahar lantas membawa Cahya sendirian ke sebuah ruangan.

"Saat itu saya tanya karena dapat kabar bahwasannya (Cahya) Jabar ini sering meremehkan kitab gundul dan kitab kuning yang sering kami pelajari. Saya suruh baca dia tidak bisa. Lalu saya tanya kebenaran yang dia lakukan di Bali. Saya tanyakan apakah dia mengaku-ngaku istri saya sebagai istri dia. Tapi dia tidak mengaku. Lalu setelah makan saya bawa ke lapangan dan seperti yang ada di video," kata Bahar.

Video yang beredar sendiri memperlihatkan aksi Bahar menganiaya Cahya di sebuah lapangan. Bahar menendang dengan dengkulnya ke arah perut Bahar.

"Seperti yang ada di video, di lapangan itu tidak langsung mukul. Ada percakapan saya bilang 'ayo pukul saya' dia enggak mau. Saya ajak pasang kuda-kuda silat ajak berantem dia enggak mau. Sampai akhirnya dia pasang kuda-kuda, akhirnya saya dengan kaki, itu yang saya lakukan. (Setelah dipukul) hanya memar-memar, saya peluk dia dan bawa lagi ke aula," ucap Bahar.


Saat di aula, Zaki datang dibawa oleh muridnya. Kedua korban lantas dipertemukan di aula. Menurut Bahar, keduanya tak mengaku bahkan saling menuduh satu sama lain.

"Mereka saling menyalahkan. Jabar bilang Zaki yang menyuruh, Zaki bilang bersumpah demi Allah. Ya sudah kalau saling salah-salahan berdua saya suruh berantem. Akhirnya mereka berantem di bawah pohon bambu. Setelah mereka berantem, saya melakukan pemukulan juga ke dua-duanya karena mereka enggak mau mengaku," kata Bahar.


Setelah itu, Bahar membawa kembali mereka ke dalam. Bahar mengaku tak melakukan pemukulan lagi. Dia hanya meminta murid-muridnya menggunduli kedua korban.

"Saya cukur supaya enggak bisa tiru lagi. Karena rambutnya kuning seperti saya," ucap Bahar.



Simak juga video 'Habib Bahar Ingin Mediasi, Keluarga Korban Sebut 'Wani Piro':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed