DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 18:55 WIB

Detik-detik Pelaku Habisi Nyawa Istri Pengusaha Pet Shop

Wisma Putra - detikNews
Detik-detik Pelaku Habisi Nyawa Istri Pengusaha Pet Shop Sandi Rahmatan (tengah) dikawal polisi di Mapolres Bandung saat gelar perkara pembunuhan istri pengusaha pet shop. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Jihaan Nur Shofie (28) tewas dicekik Sandi Rahmatan (24) yang merupakan rekan kerja Feri Fadil (30), suami Jihaan sekaligus pengusaha pet shop di Bojongsong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sedangkan Feri terluka akibat serangan Sandi.

Insiden berdarah ini berlangsung di rumah suami-istri tersebut, kompleks Griya Bandung Indah (GBI), Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/5) malam.

"Telah terjadi kasus penganiayaan yang menghilangkan nyawa di perumahan GBI, Bojongsoang," kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan dalam gelar perkara di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Rabu (22/5/2019).


Dalam gelar perkara ini, tersangka Sandi dihadirkan. Sandi yang mengenakan baju tahanan hanya tertunduk. Sepasang tangannya diikat borgol plastik.

Menurut Indra, pelaku datang ke kediaman korban untuk menyelesaikan urusan upah yang belum dibayar. Hasil pemeriksaan, Sandi mengaku ingin menagih utang kepada Feri.

Sandi berjumpa dengan Jihaan. Saat itu, Jihaan menyebut bahwa suaminya tidak ada di rumah. Sandi tak percaya dan pura-pura ke kamar mandi rumah tesebut.

Dia melihat Feri tengah tidur di dalam kamar. Lantaran kesal, Sandi pun cekcok dengan Jihaan. "Korban (Jihaan) dicekik, satu menit perkiraan. Lalu lemas, kejadiannya di dapur," ucap Indra.

Detik-detik Pelaku Habisi Nyawa Istri Pengusaha Pet ShopKawat yang digunakan pelaku membunuh korban. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Korban berupaya melawan saat pelaku mencekik menggunakan tangan. Sandi murka lalu kembali mencekik Jihaan dengan kawat jemuran.

"Baju tersangka ditarik oleh korban dan sekali lagi dicekik dengan menggunakan kawat yang ada di dapur. Setelah itu barulah tubuh korban dimasukkan ke dalam tas," tutur Indra.


Tas mirip karung plastik itu biasa dipergunakan korban untuk menyimpan pakaian kotor. Usai menghabisi nyawa Jihaan, Sandi langsung masuk ke kamar dan menyerang Feri.

"Menggunakan silet ini, tersangka menganiaya korban (Feri)," ujarnya.

"Lukanya ada 10 luka sayatan di tubuh korban, bagian depan dan muka. Sempat terjadi perkelahian dan akhirnya tersangka melarikan diri," Indra menambahkan.

Sandi terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara karena melanggar Pasal 338 dan atau 351 ayat 2 dan 3 KUHP. Polisi menyita barang bukti berupa kawat jemuran, tas plastik, dan silet. "Kawat itu digunakan untuk mencekik istri korban, ucap Indra.


Ia menjelaskan motif kasus pembunuhan ini dipicu masalah utang. Sandi bekerja sebagai tukang las panggilan ini diajak Feri menggarap proyek di sebuah perumahan.

"Motifnya utang piutang," kata Indra.

Usai menyerang suami-istri tersebut, Minggu (19/5) dini hari, Sandi kabur dan sempat bersembunyi di plafon rumah tetangga korban. Siang harinya, Senin (20/5), Sandi turun dari plafon lalu kembali melarikan diri dan ngumpet di sebuah gudang yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP). Warga yang memergoki keberadaan Sandi melapor ke polisi. Sandi tak melawan saat polisi menyergapnya.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed