detikNews
Rabu 22 Mei 2019, 11:54 WIB

Remaja Hendak Aksi 22 Mei Bawa Surat 'Diwakafkan untuk Agama-Negara'

Syahdan Alamsyah - detikNews
Remaja Hendak Aksi 22 Mei Bawa Surat Diwakafkan untuk Agama-Negara Isi surat dibawa seorang remaja yang hendak ikut aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. (Foto: ist.)
Bandung - Belasan remaja di Sukabumi yang berniat berangkat ke Jakarta untuk aksi 22 Mei dicegah polisi, Selasa (21/5) tengah malam. Saat digeledah aparat, salah satu remaja kedapatan membawa kertas surat dengan tulisan 'Diwakafkan untuk agama dan negara'.

Saat ini mereka masih menjalani pendalaman pemeriksaan dan pembinaan oleh polisi. "Ada empat belas orang, mereka menumpang truk dengan tujuan Jakarta untuk ikut aksi hari ini. Mereka diamankan malam tadi oleh anggota yang melakukan penyekatan di SPBG Benda, Cicurug," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi melalui sambungan telepon, Rabu (22/5/2019).


Belasan orang yang diamankan rata-rata masih berusia belasan tahun. Inisial mereka masing-masing An, Lat, MCA, Ne, Sa, Er, He, Mj, Mi, Le, Al, Alf, Ban dan Mr.

"Mereka masih kita periksa, masih kita berikan pengarahan pembinaan. Kalau memang ada unsur-unsur pidana mungkin kita akan akan proses secara hukum," ujar Nasriadi.

Nasriadi membenarkan soal adanya surat tersebut. Berikut isi tulisan (redaksi edit bagian nama dan nomor ponsel) dalam sobekan kertas yang dikantongi seorang remaja:

Nama : MRR (Diinisialkan)
Umur : 17 Tahun
Agama : Islam
Status : Santri */ masih dalam keadaan duduk di sekolah.

Alamat lengkap : Lahir Bandung Kecamatan Cikalong wetan Desa Cisomang Barat. 19 Maret 2001 RT 3 RW 10 Provinsi Jawa barat.

Nama ortu : N (ibu) dan D (bapak).
No Hp : 0838224xxxxx (disamarkan).
nama FB : -
Nama teman Dekat : Ramli slangker/Rizki santri, Ustad Jejen (Uje) atau Udan.

*TTD*
diwakafkan untuk agama dan Negara.

Polisi belum bicara lebih jauh soal tujuan seorang remaja itu membawa surat 'Diwakafkan untuk agama dan Negara'. "Sebagian dari mereka menggunakan kaus ormas. Saat kita geledah, pada
badan dan barang bawaan ada selembar kertas yang berisi tulisan identitas, alamat, dan tulisan 'diwakafkan untuk agama dan negara'," tutur Nasriadi.

Hingga pagi menjelang siang, polisi masih menyekat di beberapa titik untuk mencegah peserta aksi 22 Mei. Penyekatan ini melibatkan ratusan personel gabungan. Lokasi penyekatan itu antara lain perbatasan Sukabumi-Bogor, stasiun dan tempat pemberhentian angkutan umum.




Tonton juga video Mulai Beringas! Massa Bakar Ban di Tengah Jalan KS Tubun, Jakpus:

[Gambas:Video 20detik]


(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed