detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 14:19 WIB

Guru di Garut Gunakan WhatsApp Sebar Ajakan Mengebom KPU Pusat

Hakim Ghani - detikNews
Guru di Garut Gunakan WhatsApp Sebar Ajakan Mengebom KPU Pusat Polisi masih mendalami keterangan guru di Garut yang mengajak untuk mengebom KPU Pusat. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Garut - Polisi menangkap AS (54), seorang guru SMA di Kabupaten Garut yang menyebarkan ajakan untuk melakukan aksi pengeboman massal pada 22 Mei 2019 nanti di KPU Pusat.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan tersangka saat ini masih diperiksa di Polres Garut.

"Jajaran Polda Jabar, yakni Polres Garut, lagi-lagi berhasil mengungkap kasus berkaitan dengan ujaran kebencian, hate speech maupun ITE. Kali ini berkaitan dengan ITE dan teror," ujar Truno kepada wartawan di Mapolres Garut, Selasa (21/5/2019).


Truno mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang resah dengan beredarnya ajakan aksi bom massal di Jakarta pada 21-22 Mei 2019. Seruan aksi jihad itu, kata Truno, beredar di WhatsApp.

"Kemudian penyidik Polres Garut melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Kemudian, setelah memeriksa saksi, mendapati alat bukti, maka didapatkan satu tindakan tindak pidana. Ada tersangka yang kita temukan yang berinisial AS ini," katanya.


AS melakukan ancaman dan teror melalui kata-kata provokatif. Dia menyiarkannya ke sejumlah grup WhatsApp.

"Modusnya saat ini didapat dengan konten kata-kata di dalam WhatsApp di HP yang bersangkutan," pungkas Truno.

Hingga kini AS masih diperiksa penyidik Polres Garut. AS akan dilakukan pemeriksaan secara mendalam selama 7x24 jam.


Simak Juga "KPU Masih Dijaga Ketat Pasca Penetapan Hasil Rekapitulasi":

[Gambas:Video 20detik]


(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed