detikNews
Senin 20 Mei 2019, 16:02 WIB

Saksi Ungkap Kode 'Gula' di Kasus Pemerasan Bupati Cianjur

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Saksi Ungkap Kode Gula di Kasus Pemerasan Bupati Cianjur Sidang Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar terkait kasus pemerasan. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Kode 'gula' dalam kasus pemerasan yang dilakukan Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar kepada kepala sekolah diungkap dalam persidangan. Kode 'gula' itu merujuk pada uang yang diberikan oleh kepsek penerima Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kode itu diungkap oleh Dadang Danur Huda selaku sopir pribadi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi. Cecep menjadi terdakwa bersama 3 orang lain yakni Bupati Irvan Rivano Muchtar, Kabid SMP Disdik Cianjur Rosidin dan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Septhiady.


Dadang yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara itu menuturkan kode 'gula' baru dia ketahui saat mengantar Cecep ke Masjid Agung Cianjur. Saat tiba di masjid waktu salat subuh, majikannya itu memberi tahu akan ada Rosidin yang hendak menyerahkan barang.

"Ketika Pak Rosidin datang, dia bilang 'ini ada titipan gula untuk Bapak'. Bapak yang dimaksud ini ya Pak Cecep, titipannya dalam bentuk kardus," ucap Dadang saat bersaksi di sidang perkara tersebut di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (20/5/2019).

Menurut Dadang, Rosidin lantas memasukan 'gula' dalam bentuk kardus itu ke dalam mobil dinas Cecep. Dia mengaku tak tahu apa isi kardus itu.

"Awalnya saya tidak tahu itu isinya apa. Ya tahunya gula saja karena Pak Rosidin bilangnya begitu," ucapnya.


Dadang mengaku baru mengetahui kode 'gula' itu ternyata uang saat penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadapnya dan majikannya. Saat digeledah oleh KPK, kardus tersebut berisi uang.

"Ketika digeledah ternyata di kardus itu isinya uang. Tapi saya nggak tahu berapa nilainya," kata Dadang.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober 2018. Saat itu, KPK mengamankan uang Rp 1,5 miliar dari dalam mobil Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi.

Dalam dakwaan jaksa KPK, Irvan Rivano Muchtar meraup Rp 6,9 miliar dari hasil memeras Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 137 kepala sekolah SMP di Kabupaten Cianjur. Sebelum pencairan DAK, Irvan meminta down payment (DP).
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed