DetikNews
Kamis 16 Mei 2019, 15:10 WIB

Sistem One Way, Transaksi Tol Trans Jawa Diberlakukan Setiap Klaster

Mukhlis Dinillah - detikNews
Sistem One Way, Transaksi Tol Trans Jawa Diberlakukan Setiap Klaster Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Bandung - Transaksi di Tol Trans Jawa selama pemberlakuan sistem satu arah (one way) angkutan Lebaran 2019 harus dilakukan per klaster. Pemudik tidak bisa baru bertransaksi saat tujuan akhir.

Pemberlakuan one way di Tol Trans Jawa selama periode angkutan Lebaran dimulai 30 Mei-2 Juni untuk mudik dan 7-9 Juni saat arus balik. Sistem one way berlaku mulai KM 25 (Cikarang) hingga KM 262 (Brebes Barat).


Tol Trans Jawa terbagi menjadi menjadi empat klaster mulai dari Jakarta-Palimanan, lalu Palimanan-Semarang, Semarang-Surabaya dan Surabaya-Banyuwangi. Setiap klaster, pengendara harus bertransaksi.

"Misal Cikampek ke Surabaya. Setiap klaster transaksi, enggak bisa ditumpuk di Surabaya (transaksinya), harus selesaikan di masing-maisng klaster dulu," kata GM Operasional Tol Cipali Suyitno saat dihubungi, Kamis (16/5/2019).


Pemberlakuan ini dilakukan karena setiap klaster memiliki sistem berbeda. Sehingga tidak bisa transaksi dilakukan di klaster selanjutnya.

"Antar klaster sistemnya agak berbeda. Prinsipnya enggak bisa cluster satu di cluster dua transaksinya," katanya.


Pengelola tol sudah mengantisipasi antrean di gerbang tol saat mudik. Sehingga, total akan ada 26 gardu yang dioperasikan selama angkutan Lebaran tahun ini.

"Kita tambah 14 gardu lagi untuk angkutan Lebaran. Biasanya 12 gardu, jadi total 26 gardu," ujarnya.

Sebelumnya, jumlah kendaraan yang melintas di Tol Cipali saat arus mudik Lebaran diprediksi meningkat 12 persen dibandingkan tahun lalu. Hal itu berlaku mulai H-10 hingga H+10.
(mud/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed