detikNews
Rabu 15 Mei 2019, 14:18 WIB

MUI Sukabumi Tegur Warga yang Makan Siang di Warung Saat Ramadhan

Syahdan Alamsyah - detikNews
MUI Sukabumi Tegur Warga yang Makan Siang di Warung Saat Ramadhan Petugas gabungan temukan warga yang makan siang di warung saat Ramadhan di Kota Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Petugas gabungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, TNI, Satpol PP dan Polresta Sukabumi melakukan razia ke sejumlah warung makanan yang masih buka pada siang hari saat Bulan Ramadhan. Salah satunya warung kupat tahu dan bakso di kawasan Pasar Ramayana, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Saat razia petugas menemukan sejumlah orang yang tengah asik makan. Salah satunya adalah seorang pria berinisial AH. Pria itu hanya terdiam saat anggota MUI menasehatinya karena tidak berpuasa. Sebelumnya AH sempat berniat kabur begitu mengetahui kedatangan petugas, namun langkahnya terganjal anggota Satpol PP yang berjaga di depan pintu warung.


Selain AH beberapa orang yang ikut kedapatan makan di warung itu langsung angkat kaki meninggalkan tempat begitu melihat kedatangan petugas.

Di dalam warung juga ada seorang perempuan menggendong anak kecil. "Ibu perempuan, kalau memang tidak berpuasa mending makan dan minum di rumah saja. Hargai yang berpuasa, ini juga laki-laki (AH) kamu muslim kan masak iya tidak kuat berpuasa," ujar seorang petugas, Rabu (15/5/2019).
MUI Sukabumi Tegur Warga yang Makan Siang di Warung Saat RamadhanFoto: Syahdan Alamsyah
Tidak hanya menasehati mereka, petugas juga menegur pemilik warung makan yang tetap buka di siang hari selama Ramadhan. Imbauan yang dikeluarkan Pemkot Sukabumi warung nasi diminta untuk buka mulai pukul 16.00 WIB.


Petugas gabungan melakukan patroli di beberapa titik-titik keramaian seperti Pasar Ramayana, Jalan Odeon, Jalur Lingkar Selatan dan Terminal. Pengamatan detikcom, warung yang terlihat tutup dari luar ketika dibuka petugas ternyata tetap melayani pembeli makan ditempat.

"Ini adalah bagian dari patroli simpatik Ramadhan kami dari MUI gabungan dengan unsur lain bertujuan untuk memberikan kenyamanan kaum muslimin yang sedang menjalankan ibadah Ramadhan. Yang tidak berpuasa khususnya kepada non muslim kami anjurkan, diimbau untuk tidak dengan sengaja makan, minum merokok di tempat umum," kata Ketua Komisi Dakwah MUI KH M Nurkosim kepada awak media.

Tujuan operasi simpatik sendiri, kata Nurkosim, agar tercipta keamanan dan kerukunan di masyarakat. "Kami di sini diberi tugas untuk mengingatkan dan menegur, tidak boleh anarkis dan main hakim sendiri. Tetap mengedepankan persaudaraan kerukunan, semoga semua pihak bisa memahami," ujarnya.
(sya/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed