Saat razia petugas menemukan sejumlah orang yang tengah asik makan. Salah satunya adalah seorang pria berinisial AH. Pria itu hanya terdiam saat anggota MUI menasehatinya karena tidak berpuasa. Sebelumnya AH sempat berniat kabur begitu mengetahui kedatangan petugas, namun langkahnya terganjal anggota Satpol PP yang berjaga di depan pintu warung.
Selain AH beberapa orang yang ikut kedapatan makan di warung itu langsung angkat kaki meninggalkan tempat begitu melihat kedatangan petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Syahdan Alamsyah |
Petugas gabungan melakukan patroli di beberapa titik-titik keramaian seperti Pasar Ramayana, Jalan Odeon, Jalur Lingkar Selatan dan Terminal. Pengamatan detikcom, warung yang terlihat tutup dari luar ketika dibuka petugas ternyata tetap melayani pembeli makan ditempat.
"Ini adalah bagian dari patroli simpatik Ramadhan kami dari MUI gabungan dengan unsur lain bertujuan untuk memberikan kenyamanan kaum muslimin yang sedang menjalankan ibadah Ramadhan. Yang tidak berpuasa khususnya kepada non muslim kami anjurkan, diimbau untuk tidak dengan sengaja makan, minum merokok di tempat umum," kata Ketua Komisi Dakwah MUI KH M Nurkosim kepada awak media.
Tujuan operasi simpatik sendiri, kata Nurkosim, agar tercipta keamanan dan kerukunan di masyarakat. "Kami di sini diberi tugas untuk mengingatkan dan menegur, tidak boleh anarkis dan main hakim sendiri. Tetap mengedepankan persaudaraan kerukunan, semoga semua pihak bisa memahami," ujarnya. (sya/tro)












































Foto: Syahdan Alamsyah