Polisi: Perekam Video Ancam Penggal Jokowi Bukan Agnes Guru Sukabumi

ADVERTISEMENT

Polisi: Perekam Video Ancam Penggal Jokowi Bukan Agnes Guru Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 13 Mei 2019 11:15 WIB
Agnes Kusumahandari memperlihatkan bukti berupa setruk belanja. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Agnes Kusumahandari (53), guru di SDN Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendadak jadi sorotan warganet setelah dituding sebagai perempuan yang merekam video ancaman penggal Jokowi. Sosok pria dalam video, Hermawan Susanto asal Bogor, yang mengancam akan memenggal Jokowi, sudah ditangkap polisi.

Pada Minggu (12//5) malam, Agnes mendatangi Mapolres Sukabumi Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan. Sekitar satu jam Agnes menyampaikan keterangan dan konfirmasi kepada polisi.


Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo memastikan bahwa Agnes bukanlah orang yang merekam aksi ancaman penggal kepala di Jokowi. "Hasil pemeriksaan, perempuan yang merekam video tersebut bukanlah bu Agnes seperti yang disampaikan oleh warganet. Pada hari tersebut bu Agnes mengajar bekerja di Sukabumi, disertai berbagai bukti bahwa dia tidak berada di Jakarta pada hari itu," ucap Susatyo.

Agnes buka suara kepada awak media berkaitan hal tersebut. "Pada Jumat (10/5) saya mengajar seperti biasa, sepulang mengajar saya mampir ke salah satu toko dan membeli keperluan. Ini bukti yang saat ini saya bawa, setruk dan bukti pembayaran menggunakan debit lengkap dengan tanggal dan jam nya," tutur Agnes.

Dia mengaku tidak merasa di teror. Justru dia berinisiatif sendiri untuk menyampaikan tekanan dari warganet dan pesan singkat dari sejumlah rekan-rekan seprofesi yang menanyakan informasi viral di media sosial soal dia dikaitkan dengan video pria ancam penggal Jokowi .

"Banyak rekan yang nanya. Keluarga juga ada yang khawatir saya ikut-ikutan aksi di Bawaslu beberapa waktu lalu. Saya sadar dengan posisi sebagai ASN saya harus hati-hati menyikapi ragam status politik di beranda media sosial, nge-like aja saya enggak mau sembarangan," tutur Agnes.


Saat menyampaikan klarifikasinya kepada awak media, Agnes terlihat tenang. Ia didampingi suaminya Asep Agus Isnandar (56). Perempuan yang tinggal di kawasan Cisaat itu mengaku tenang setelah memberikan keterangan langsung kepada polisi.

"Sebagai warga negara, saya siap kapan pun apabila diperlukan keterangan. Saya tak takut dan hanya ingin setelah ini tidak ada lagi tudingan-tudingan dan analisis bahwa perekam video itu adalah saya," tutur Agnes menegaskan.

[Gambas:Video 20detik]

(sya/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT