detikNews
Jumat 10 Mei 2019, 19:55 WIB

Aktivis Lingkungan Bersihkan Batu Bara Berserakan di Pantai Cipatuguran

Syahdan Alamsyah - detikNews
Aktivis Lingkungan Bersihkan Batu Bara Berserakan di Pantai Cipatuguran Batu bara tumpah di Pantai Cipatuguran. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Sejumlah aktivis lingkungan di Palabuhanratu Sukabumi, Jawa Barat, menggelar aksi simpatik membersihkan batu bara yang sudah dua pekan ini berserakan di pesisir pantai Kampung Cipatuguran, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari aksi protes warga yang mengaku mengalami kerugian akibat tumpahnya batu bara dari dua kapal tongkang pada Minggu (28/4) lalu.

"Ini bentuk kepedulian kami, karena sudah dua pekan ini dari pihak terkait seolah tidak ada kepedulian karena batu bara dibiarkan berserakan di Pantai Cipatuguran ini," kata perwakilan aktivis, Moch Haetami Zein, kepada awak media, Jumat (10/5/2019).

Menurut Zein, tidak hanya berdampak pada lingkungan saja, namun secara estetika kawasan yang tercemar batu bara ini masuk ke dalam zona wisata Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

"Terlihat kurang menarik, banyak batu bara berserakan seperti ini. Sudah jelas secara pencemaran batu bara ini masuk ke dalam limbah B3 bisa mengganggu ekosistem laut," ucapnya.

Aktivis Lingkungan Bersihkan Batu Bara Berserakan di Pantai CipatuguranBatu bara berserakan di Pantai Cipatuguran Sukabumi. Kapal tongkang bermuatan batu bara karam lalu muatannya tumpah. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Aksi para aktivis lingkungan tersebut terlihat mendapat dukungan dari sejumlah warga setempat. Hingga sore tadi terkumpul batu bara sebanyak dua ton yang rencananya diserahkan kepada Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukabumi.

"Kita akan kumpulkan dan bawa ke DLH, karena ini kan limbah B3. Makanya tidak bisa kita buang sembarangan. Sementara untuk yang masih berada di laut ini jadi perhatian khusus lainnya, karena nantinya tergerus ombak kemudian menjadi mikro partikel yang akan mengganggu ekosistem laut," tutur Zein.

Kapal tongkang bermuatan batu bara itu karam di pesisir pantai Kampung Cipatuguran, RT 2 RW 21, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/4). Isi muatan tumpah dan mengotori pantai di tempat tersebut.

Ujang Sudira, ketua RW 21, menduga tongkang itu karam setelah dihantam gelombang pasang. "Ada dua (tongkang) yang terkena ombak besar satunya rusak, diperkirakan puluhan ton muatan batubara ikut hanyut. Kejadiannya Minggu (28/4) malam, pas hari Senin (29/4) dari DLH, Pos AL, Airud dan kelurahan mendatangi lokasi," kata Ujang.

Aktivis Lingkungan Bersihkan Batu Bara Berserakan di Pantai CipatuguranKegiatan aktivis lingkungan ini disebut sebagai bagian dari aksi protes warga yang mengaku mengalami kerugian akibat tumpahnya batu bara dari dua kapal tongkang. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Saat itu Ujang menyebut banyak warga yang mengeluh karena tumpahan batu bara itu membuat air laut menjadi keruh. Muatannya juga mengotori pantai. Belum lagi warga nelayan yang mengeluh karena ikan menghilang dari lokasi tersebut.

"Warga masyarakat mengaku ada yang gatal-gatal. Nelayan juga mengeluh ikan yang hilang karena bau batu bara. Ceritanya agen (tongkang) juga dipanggil ke sini, ngobrol lama para nelayan juga mengeluhkan langsung pendapatan mereka menurun karena tidak bisa melaut dan mereka saat itu minta kompensasi ke agen," ujar Ujang.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed