DetikNews
Jumat 10 Mei 2019, 16:58 WIB

Dosen Pengunggah 'People Power dan Bunuh Polisi' Caleg PBB di Jateng?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Dosen Pengunggah People Power dan Bunuh Polisi Caleg PBB di Jateng? Akun milik Solatun Dulah Sayuti. (Foto: tangkapan layar Facebook)
Bandung - Polisi menangkap Solatun Dulah Sayuti. Dia pemilik akun Solatun Dulah Sayuti yang mengunggah konten ujaran kebencian 'people power dan bunuh polisi' di media sosial (medsos) Facebook. Dalam akun Facebook-nya, lelaki bekerja dosen itu menampilkan sebuah gambar yang mengaku sebagai caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) untuk daerah pemilihan (dapil) di Jawa Tengah (Jateng).

Sebagaimana dilihat detikcom, Jumat (10/5/2019), pukul 15.40 WIB, akun tersebut sempat mengunggah sebuah gambar tentang pencalonan maju DPR RI. Dalam gambar, terlihat ada foto Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra.


Selain foto Yusril, dalam foto itu juga tertera kalimat yaitu, "DR. SOLATUN, CALON ANGGOTA DPR RI DARI PARTAI BULAN BINTANG DAPIL JATENG VIII Nomor Urut 5 Cilacap-Banyumas."

Dalam fotonya, Solatun juga menuliskan keterangan berupa, "ass.ww. Semoga pemilu besok kemenangan menjadi milik Ummat Muslim. Jika saya ditakdirkan harus menang, silahkan tagih karena nadzar saya akan shodaqohkan gaji saya 25% utk partai, 75% untuk masjid yg memerlukan di CILACAP BANYUMAS," tulisnya dalam unggahan yang diunggah Solatun pada 16 April 2019."
Dosen Pengunggah 'People Power dan Bunuh Polisi' Caleg PBB di Jateng?Akun milik Solatun Dulah Sayuti. Dalam gambar itu Solatun mengaku Caleg PBB. (Foto: tangkapan layar Facebook)
Polisi belum mengetahui soal sosok Solatun apakah berkecimpung di partai politik atau tidak. "Kita enggak tahu. Kita berprinsip pada perbuatan melawan hukumnya, bukan kepada calon apa dan siapa dia," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Sebelumnya, polisi mengamankan seorang dosen yang mengunggah konten 'people power' di media sosial (medsos). Unggahan sang dosen dianggap mengandung unsur ujaran kebencian.

Melalui akun Facebook-nya dengan nama 'Solatun Dulah Sayuti', dia mengunggah kalimat yang dinilai berunsur ujaran kebencian. Adapun kalimat yang diunggah pada 9 Mei 2019 itu berisi: 'HARGA NYAWA RAKYAT Jika People Power tidak dapat dielak: 1 orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar dengan 10 orang polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner cat berapi dan keluarga mereka.'
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed