DetikNews
Rabu 08 Mei 2019, 15:42 WIB

Kasus Jual-Beli Jabatan, Bupati Sunjaya Ungkap Rongrongan LSM-Pedemo

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kasus Jual-Beli Jabatan, Bupati Sunjaya Ungkap Rongrongan LSM-Pedemo Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra di ruang sidang saat membacakan nota pembelaan pledoi. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra mengaku bersalah telah menerima uang usai mempromosikan jabatan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Cirebon. Sunjaya mengaku terpaksa menerima duit tersebut untuk kebutuhan biaya keamanan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan pedemo.

Pengakuan itu diungkapkan Sunjaya saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam lanjutan persidangan perkara jual-beli jabatan yang berlangsung Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (8/5/2019).

"Saya merasa bersalah telah menerima uang ucapan terima kasih dari PNS yang promosi jabatan ataupun dari penerimaan-penerimaan uang lainnya yang sepatutnya tidak boleh dilakukan walaupun hal itu merupakan kebiasaan lama yang sudah berjalan sejak kepemimpinan Bupati yang lama," ucap Sunjaya saat membacakan pledoi pribadinya.


Sunjaya menyatakan sejak awal menjabat bupati, dia sudah tegas menolak pemberian. Akan tetapi dalam perjalanannya, dia membutuhkan duit-duit lainnya.

Sunjaya beralasan, uang yang terpaksa dia terima itu untuk biaya pengamanan pemerintahan dari LSM, pedemo dan koordinasi dengan forum pimpinan daerah yang tidak dibiayai oleh pemerintah.

"Tetapi kenyataannya, bupati memerlukan banyak uang untuk mengamankan pemerintah daerah dari rongrongan LSM, pendemo dan koordinasi dengan teman-teman Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) yang kesemuanya tidak dibiayai oleh pemerintah," kata dia.

"Akhirnya saya dengan terpaksa menerima uang pemberian tersebut guna untuk tetap menjaga keamanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Perbuatan saya ini salah dan tidak dibenarkan. Oleh karena itu, saya mohon maaf atas kesalahan saya ini baik yang disengaja maupun tidak," tutur Sunjaya menambahkan.


Dia mengungkapkan wilayah Cirebon merupakan budaya pesisir yang keras. Sehingga kata dia, seringkali terjadi perkelahian antarkampung, demo pergerakan LSM dan banyak pergerakan lainnya yang cenderung radikal. Menurutnya, guna mengamankan hal itu diperlukan biaya pengamanan yang tidak ada dalam anggaran pemerintah.

"Hal inilah yang menyebabkan awalnya saya menerima uang terima kasih itu," kata Sunjaya.

Sebelumnya, Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra dituntut hukuman 7 tahun bui. Sunjaya terbukti bersalah menerima suap terkait jual-beli jabatan di Kabupaten Cirebon.


(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed