DetikNews
Rabu 08 Mei 2019, 12:10 WIB

Lantik Kadinkes Jabar, Ridwan Kamil Soroti Stunting-Kematian Ibu

Mukhlis Dinillah - detikNews
Lantik Kadinkes Jabar, Ridwan Kamil Soroti Stunting-Kematian Ibu Berli Hamdani Gelung Sakti dilantik sebagai Kadinkes Jabar. Proses pelantikan dipimpin langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil resmi melantik Berli Hamdani Gelung Sakti sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar yang baru. Ia menitipkan pencegahan dan penanggulangan stunting dan kematian ibu.

Pelantikan berlangsung di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (8/5/2019). Sebelum dilantik, Berli berhasil mengungguli dua calon lainnya yakni Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jabar Marion Siagian, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jabar Sri Sudartini.

Emil, sapaan Ridwan, mengatakan Berli terpilih setelah mendapatkan skor tertinggi dibandingkan calon lainnya. Menurutnya, Kadinkes Kubu Raya, Kalimantan Timur, itu memenuhi kriteria yang dibutuhkan Jabar.

"Kadinkes dari sebuah kabupaten di Kalimantan. Orang pintar, gagasannya luar biasa. Setelah diseleksi periode dua ini, akhirnya skornya paling tinggi memenuhi syarat," kata Emil usai pelantikan.

Ia menitipkan sejumlah tugas khususnya pencegahan stunting dan kematian ibu yang masih tinggi di Jabar. "Penyakit menular masih ada, banyak penyakit berhubungan gaya hidup. Sehingga titipkan tolong dikaji biaya pencegahan dan programnya, mau kita galakkan," tutur Emil.

Di bawah pimpinan Berli, Emil menginginkan perbaikan indeks kesehatan di Jabar. Ia meminta Berli mengintensifkan koordinasi dan bimbingan terhadap Dinkes di 27 kabupaten kota.

"Orang yang datang dari bawah, pengalaman kongkrit biasanya akan punya solusi lebih realistis. Jangan fokus program provinsi tapi juga seperti biasa bimbing Dinkes di 27 kabupaten kota," ujar Emil.

Berli mengaku akan mengembangkan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) plus. Dia siap fokus pemberian gizi mikro untuk ibu hamil usia 0 hingga 22 minggu kehamilan.

"Ya plus ini adalah dari usia 0 hari kehamilan seorang ibu sampai 22 minggu kehamilan. Selama ini tidak pernah itu diprogramkan, hanya pemberian pelayanan gizi itu dari usia kehamilan 22 minggu sampai dengan anak berusia 2 tahun," ujar Berli.
(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed