DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 16:53 WIB

Harga Bawang Putih Mahal, Polres Karawang Telusuri Penimbunan

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Harga Bawang Putih Mahal, Polres Karawang Telusuri Penimbunan Pekerja tengah mengangkat karung yang berisikan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (7/6/2019). (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Karawang - Tim Terpadu Satgas Pangan Kabupaten Karawang bakal menelusuri dugaan penyimpangan atau penimbunan bawang putih. Harga bawang putih masih mahal meski 115 ribu ton bawang putih impor sudah masuk ke Indonesia sejak pekan lalu.

"Kalau penimbunan, kita belum dapat laporan. Sedang kami cek ke lapangan. Kami akan cek penyebab harga bawang masih mahal di Karawang. Saat ini sedang koordinasi dengan dinas terkait untuk mencari tahu penyebab harga bawang belum turun," ucap Kasatreskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan usai sidak di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019).


Bimantoro menuturkan harga bawang putih di Karawang sedang berangsur turun. Seperti di Pasar Johar, kata Bimantoro harga bawang sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram. "Harga sedang berangsur turun. Daya beli masyarakat cenderung baik. Tadi beberapa pedagang bilang kios mereka ramai," ujar Bimantoro.

Suharti (42), pedagang sayuran di Pasar Johar, mengaku tak mendapat stok bawang putih yang cukup akhir-akhir ini. Menurut Suharti, sudah hampir satu bulan, stok bawang putih langka. "Untuk mengakalinya saya kemas bawang dengan bungkus kecil," tutur Suharti.

Sementara itu, sejumlah pedagang berharap pemerintah menepati janji untuk menurunkan harga bawang putih. Sri Mulyati misalnya, pedagang sembako di Pasar Johar berharap impor yang dilakukan pemerintah bisa mengendalikan harga.

"Harapan saya sih, harga bawang kembali normal, kasihan pelanggan saya pada mengeluh," kata Sri yang sudah empat hari tak menjual bawang putih karena kemahalan.

Dia tak keberatan jika pemerintah membuka keran impor bawang putih. Sebab, kata Sri segala cara perlu dilakukan untuk membuat harga stabil. "Aku sih setuju saja (impor) asal benar-benar berdampak ke masyarakat. Kan niatnya menurunkan harga," ucap Sri.


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed